Kapolri Perintahkan Jajaran Tembak Mati Pelaku Kejahatan





Menjelang Asian Games, Polri memperketat keamanan dari segala bentuk kerawanan terorisme hingga kejahatan konvensional. Kapolri Jenderal Tito Karnavian bahkan memerintahkan jajarannya menindak tegas pelaku kejahatan jalanan, seperti begal dan jambret, yang meresahkan.

"Kalau melawan, jangan ragu-ragu 'selesaikan' kalau membahayakan," tegas Jenderal Tito kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (30/7/2018).

Selain ancaman terorisme, Polri mengantisipasi kejahatan konvensional. Selain melakukan patroli, aparat polisi menggelar Operasi Cipta Kondisi untuk menangkap para pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.

"Copet, jambret, todong, begal ini sudah kita lakukan selama satu bulan terakhir Operasi Cipkon. Semua jaringan copet, jambret, saya perintahkan (jajaran) untuk bergerak habis dan didukung Panglima dan kodam," sambungnya.

Selama Operasi Cipta Kondisi ini, jajaran kepolisian telah menangkap sekitar 2.000 pelaku. Sekitar 700 orang pelaku di antaranya diproses hukum lebih lanjut, termasuk 15 orang ditembak mati karena melakukan perlawanan.

"Ini akan memberikan efek deteren. Kita pahamlah kelompok jambret, begal, dan copet itu sudah terpetakan. Sekarang ditekan selama satu bulan ini dan itu akan terus dan rekan-rekan tahu kelompok begal ada 15 orang tembak mati," sambungnya.

Kapolri optimistis penyelenggaraan Asian Games ini berjalan aman dan lancar. "Prinsipnya, kita optimistis ini kita maksimal bergerak dan kita yakin Jakarta, Jabar, Banten, dan Sumsel aman," tuturnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel