Ketua DPR Puji Kinerja Jokowi Sukses Turunkan Angka Kemiskinan


Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat kemiskinan di Indonesia turun dari 10,12 persen pada Maret 2017 menjadi 9,82 persen pada Maret 2018. Angka tersebut rekor baru, karena angka kemiskinan untuk pertama kalinya turun menjadi single digit sejak krisis 1998.

Ketua DPR Bambang Soesatyo pun mengapresiasi capaian kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhasil menekan angka kemiskinan. Pemerintah, sambungnya, harus terus menekan angka kemiskinan, dengan menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat.

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menuturkan, para menteri Jokowi harus bergerak cepat dalam program pengentasan kemiskinan. Misalnya, Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas).

Menurut, kementerian harus bisa menekan jumlah kemiskinan melalui pemerataan pembangunan. Sebab, salah satu faktor masih tingginya angka kemiskinan akibat belum meratanya pembangunan terutama di wilayah Indonesia bagian timur.

Kemensos di bawah komando Idrus Marham, kata Bamsoet, harus melakukan evaluasi terhadap program pengentasan kemiskinan, terutama di pedesaan. Pasalnya, pemerintah sudah menganggarkan dana besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Peran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi juga diperlukan, menurutnya disini juga diperlukan. Terutama untuk meningkatkan pengawasan dan pendampingan dalam mengelola dana desa.

“Terutama dari sisi administrasi maupun dalam pelaksanaan program-program untuk memberdayakan masyarakat desa,” katanya.

Program Keluarga Harapan (PKH) yang menjadi unggulan Kemensos, ujarnya, juga harus terus melakukan pendataan keluarga yang berhak menerima manfaat

“Sekaligus memperketat persyaratan keluarga penerima manfaat PKH, agar program pengentasan kemiskinan tepat sasaran pada tahun berikutnya,” katanya.

Peningkatan kesejahteraan juga terganjal pengangguran. Bamsoet pun mendorong agar lapangan kerja harus terbuka luas. Di sini peran Kementerian Ketenagakerjaan, sangat diperlukan.

“Mendorong Kementerian Ketenagakerjaan untuk dapat membuka lapangan pekerjaan serta membantu pemasaran hasil produksinya,” ujarnya. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel