Mantan pengacara Habib Rizieq maju lewat PDIP, minta dipanggil 'cebong'

Foto: Liputan6.com

Mantan Pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, resmi maju sebagai bakal calon legislatif dari PDIP. Dia mengabaikan pro kontra di masyarakat. Bahkan dirinya meminta dipanggil 'cebong'.

Cebong merupakan istilah yang beredar di dunia maya dan diistilahkan oleh warganet, untuk menyebut mereka yang mendukung pemerintahan saat ini. Sedangkan lawannya, biasa disebut dengan Kampret.

"Please, call me cebong (tolong, sebut saya cebong). Hari ini saya menjadi cebong. Silahkan panggil saya cebong. Karena persepsi agama saya, cebong adalah anak katak yang selalu berzikir demi kebaikan bangsa, demi kebaikan umat manusia," ucap Kapitra di kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (24/7).

Dia menuturkan, tidak masalah dicaci maki dengan pilihannya. Namun, tujuannya tetap sama.

"Saya silakan dicaci maki atas pilihan yang berbeda. Tapi saya ingin mengatakan, tujuan masuk PDIP tetap sama. Membela ulama, membela agama, membela Indonesia," tukasnya.

Dia pun meminta, sekarang waktunya untuk menghentikan hoaks, ujaran kebencian serta fitnah, yang meliputi kehidupan dewasa ini. Karenanya, memilih PDIP agar bisa berjuang dari dalam.

"Dan saya katakan bahwa, saya ingin menjadi jembatan Indonesia. Kita memilih si A dan si B, silahkan. Kalau orang mengambil agama sebagai fatsun itu hak mereka. Tapi, jangan menuding orang yang tidak memilih keinginan orang lain, jadi kafir, lalu jadi cebong," tukasnya.

Sementara itu, di tempat yang sama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, mengatakan, Kapitra bisa menjadi jembatan untuk persahabatan.

"Bergabungnya Kapitra Ampera, ini tidak terlepas dari proses kesejarahan Bung Karno. Beliau adalah Ketua GMNI sebelumnya. Bergabungnya Kapitra Ampera membangun jembatan persahabatan untuk Indonesia Raya," kata Hasto. [merdeka.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel