Oposisi Diminta Pahami Divestasi Saham Freeport


Oposisi pemerintah diminta memahami dan mempelajari perihal divestasi 51 persen saham Freeport. Hal itu penting agar mereka tidak salah memberikan informasi kepada masyarakat.

Hal itu diungkapkan Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi, menyikapi tudingan Amien Rais dan Fahri Hamzah yang menyebut divestasi 51 persen saham Freeport adalah pencitraan.

"Saya iba dengan lawan politik Pak Jokowi, terutama Pak Amien Rais dan Pak Fahri Hamzah. Mereka selalu mencoba mendiskreditkan karya dan prestasi Presiden, yang terakhir soal divestasi 51 persen saham Freeport," kata pria yang akrab disapa Uki itu dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 15 Juli 2018.

Uki menilai yang disampaikan kedua politikus senior itu senior. Keduanya dinilai hanya mengkritik tanpa isi. Berbicara lantang tentang Kontrak Karya (KK) tanpa memahami substansi KK.

"Pak Amien mengatakan itu kebohongan tapi tak bisa buktikan. Pak Fahri lebih lucu lagi, bicara lantang tentang KK tapi tak memahami substansi KK. Kenapa saat itu (KK) tidak diperpanjang? Apa yang akan terjadi kalau KK itu habis? Apa bedanya kalau KK itu habis dengan sebagian besar saham ada di tangan Indonesia? Mereka tidak paham itu," jelas Uki.

Meski demikian Uki mengakui penandatanganan MoU masih harus diikuti dengan proses-proses lain untuk merampungkan pembelian saham.

"Memang betul, MoU masih harus ditindaklanjuti dengan proses teknis alih tangan dan pembayaran. Tapi mengatakan komitmen divestasi dua pihak sebagai kebohongan adalah sebuah reaksi panik," kata Uki.

Uki menganggap apa yang diucapkan Amien dan Fahri menunjukkan keduanya tidak memiliki prestasi untuk menandingi prestasi Jokowi.

"Kondisinya, para politikus senior itu harus bertarung melawan Jokowi, tapi tidak memiliki prestasi yang bisa dibanggakan. Mereka terpaksa melakukan itu," kata Uki.

Uki juga menyindir serangan para oposisi yang dinilainya hanya tong kosong. Seperti isu pengangguran yang ternyata berdasarkan data jumlanya berkurang.

"Lalu diangkat isu harga naik rakyat makin susah, beberapa komofitas memang harganya naik, nyatanya daya beli dan produktifitas rakyat lebih naik, bahkan Lebaran kemarin harga komoditas sangat terkendali. Lalu isu mark up LRT, malah Pak Prabowo dan Pak Anies jadi saling tunjuk," kata politikus berdarah Minang ini. [metrotvnews.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel