Survei LIPI: Isu Rindu Soeharto Sudah Tak Laku Lagi di Pemilu

Foto: Tempo

Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menilai saat ini isu rindu Soeharto sudah tidak laku lagi digaungkan untuk meraup suara di pemilu 2019.

Pendapat tersebut, kata Syamsuddin, berdasarkan hasil survei teranyar LIPI menunjukkan sebagian besar masyarakat menganggap demokrasi adalah sistem terbaik yang pernah ada. "Meski banyak kelemahan, sebanyak 73 persen masyarakat sepakat sistem pemerintahan terbaik adalah demokrasi," kata dia di Kompleks Parlemen, Senayan pada Kamis, 19 Juli 2018.

Sisanya, hanya 15 persen masyarakat yang tidak setuju dan 12 persen masyarakat tidak jawab setuju atau tidak dengan sistem pemerintahan demokrasi. "Dari angka 15 persen yang tidak setuju tersebut, hanya 5 persen yang mengatakan sistem pemerintahan di masa orde baru adalah ideal," kata Syamsuddin.

Berbeda pendapat, Partai Berkarya, yang baru saja lolos pemilu 2019, justru ingin membangkitkan kembali romantisme masa lalu era Presiden kedua Soeharto. Partai itu ingin menawarkan kembali sejumlah program Soeharto untuk menarik dukungan masyarakat dalam pemilihan umum 2019. "Ajaran Pak Harto yang baik kami tawarkan kembali kepada masyarakat," kata Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso, Sabtu, 16 Juni 2018.

Priyo mencontohkan, sejumlah program Soeharto yang akan dijual, seperti trilogi pembangunan, delapan jalur pemerataan, Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, serta posyandu. Ia optimistis ajaran-ajaran tersebut mampu menarik simpati masyarakat untuk memenuhi target 80 kursi di DPR.

Menurut Priyo, target itu realistis karena kursi di DPR pada pemilihan legislatif 2019 mencapai 575 kursi. "Jika dipercaya rakyat, kami siap mengambil oper kepemimpinan politik di parlemen," ujarnya. [tempo.co]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel