Gerindra akan Laporkan Menteri yang Ikut Jokowi Daftar Pilpres

Foto: detikcom

Partai Gerindra akan melaporkan menteri-menteri yang mengiringi Joko Widodo (Jokowi) mendaftar Pilpres 2019 di KPU. Menurut Gerindra, menteri-menteri itu telah melanggar aturan.

"Kami Akan melaporkan menteri-menteri ke Bawaslu yang hadir di KPU Dan Gedung karena sudah mengunakan fasilitas negara untuk mendukung Joko Widodo pada Pilpres 2019," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/8/2018).

Arief yang menyebut Jokowi sebagai 'Kangmas Joko Widodo' ini mengatakan, para menteri Kabinet Kerja itu berpotensi menggunakan fasilitas dan anggaran negara untuk kampanye terselubung. Dia menyebut salah satu menteri, yakni Menteri Sekretaris Negara Pratikno, sebagai pihak yang melanggar aturan dan disarankan untuk mundur dari jabatannya.

"Seperti salah satunya Pratikno yang jelas jelas ingin jadi pendukung Joko Widodo-KH Maruf Amin sebaiknya mundur saja karena melanggar peraturan sebagai pejabat negara yang ikut mendukung," kata Arief.

Arief mengatakan, menteri-menteri itu sebagai antek Jokowi yang unjuk kekuatan dengan mengantar Jokowi ke KPU dan hadir di Gedung Joang '45. Dia mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengawasi mereka.

"Bawaslu harus sudah mulai super intensive untuk mengawasi para antek antek Kangmas Joko Widodo agar tidak mengunakan kekuasaannya untuk Kampanye terselubung dengan mengunakan fasilitas Dan dana negara yang seharusnya tidak untuk kampanye Pilpres," kata Arief.

KPU juga dituntutnya agar mengawasi anggaran Kementerian yang berpotensi diselewengkan untuk kepentingan kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin.

Sebagaimana diberitakan, beberapa menteri yang ikut mengantarkan Jokowi di antaranya Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Mendikbud Muhadjir Effendy, serta Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo.

Hadir juga Menteri Perindustrian yang juga sebagai Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko serta Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki. Menteri Sekretaris Negara Pratikno menegaskan para pejabat itu datang sebagai pribadi.

"Ada beberapa menteri benar. Tapi kapasitasnya sebagai individu. Ini aku aja nggak pakai pin (pin menteri, red)," ujar Pratikno saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/8/2018). [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel