Ini Strategi Koalisi Jokowi Menggaet Suara Milenial

Foto: liputan6.com

Survei elektabilitas calon presiden dan wakil presiden dari Alvara Research Center menunjukkan pasangan calon petahana Joko Widodo dan Ma'ruf Amin unggul telak dari pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Menanggapi hal ini, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding menilai potensi kemenangan Jokowi-Ma'ruf makin besar. Namun, dia menyoroti ceruk suara pemilih berumur 17-21 tahun yang belum maksimal. Jokowi-Ma'ruf unggul tipis dengan angka 45,9 persen dibanding Prabowo-Sandiaga 40,1 persen.

"Hanya di umur 17-21 Jokowi-Ma'ruf Amin kalah, maka itu ke depan kita akan fokus pada salah satu ceruk itu," kata Karding kepada merdeka.com, Senin, 27 Agustus 2018.

Untuk menarik suara milenial, kubu Jokowi telah menyiapkan strategi dengan memberikan akses kepada kaum milenial. Mereka bakal mengkampanyekan kebijakan yang mengakomodasi kaum milenial dengan akses teknologi.

"Kita beri ruang infrastruktur yang baik bagi mereka agar mengembangkan ide kreatifnya, misal untuk perkuat jaringan internet merata sampai desa dan mengurangi biaya pulsa," kata Karding.

Dalam menggaet pemilih Islam, kedua pihak juga bersaing ketat. Pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul dengan 52,3 persen dibandingkan Prabowo-Sandiaga 36,3 persen. Karding menilai sosok Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin masih dapat mengerek suara lebih jauh.

"Hari ini Ma'ruf Amin belum gerak dengan potensinya NU, PKB dan sebagainya belum maksimum kerja, nanti kita lihat setelah semua ornamen bekerja semua, elemen terokestra dengan baik," jelasnya.

Dari segi geografis, pasangan Jokowi-Ma'ruf juga unggul di Pulau Jawa dengan 61,7 persen dibanding Prabowo-Sandiaga dengan 27,5 persen. Sedangkan di Sumatera kalah. Prabowo-Sandiaga unggul dengan 48,9 persen. Sedangkan Jokowi-KH Ma'ruf Amin dengan 41 persen.

Karding mengakui wilayah Sumatera masuk dalam catatan mereka. Koalisi Jokowi bakal mengkapitalisasi program pembangunan yang sudah dilakukan Jokowi.

"Tapi di Sumatera sudah keliatan di Padang, di Sumsel, Aceh, Riau, yang lain di luar Jawa, Papua dan Indonesia timur insyaallah masih akan dimenangkan Pak Jokowi. Dulu pembangunan Jawasentris sekarang sudah merata, yang dulu Jakarta sentris, kotasentris sekarang masuk desa-desa," pungkas dia. [liputan6.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel