Kapolri Minta Kampanye Pilpres 2019 Dilakukan Secara Elegan

Foto: Fadjar Hadi/kumparan

Kontestasi Pilpres 2019 akan segera dimulai setelah para capres dan cawapres mendaftar ke KPU. Sedangkan kampanye akan dimulai pada pertengahan Oktober mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian berharap agar kontestasi Pilpres 2019 berlangsung aman dan damai. Ia juga meminta kepada masyarakat maupun pendukung capres dan cawapres agar tidak melakukan kampanye dengan isu-isu provokatif dan black campaign.

"Kita sudah 20 tahun berdemokrasi di era reformasi ini, berdemokrasi yang lebih luas. Mari kita tujukan kedewasaan kita dalam berdemokrasi dengan mengadakan kontestasi memilih pemimpin dengan cara yang elegan, baik, positif. Jangan sampai melakukan aksi anarki jangan menghalalkan segala macam cara," ucap Tito di PTIK, Kebayoran, Jakarta Selatan, Selasa (7/8).

Lebih lanjut, Tito menegaskan Polri tidak segan akan melakukan penindakan tegas kepada masyarakat dan pendukung yang melakukan pelanggaran hukum dalam kontestasi Pilpres 2019. Selain itu, Polri juga terus melakukan pendekatan agar tidak ada pelanggaran hukum yang terjadi.

"Polri pada prinsipnya jika ada pelanggaran hukum, pasti kami akan lakukan tindakan tegas, di samping kami melakukan pendekatan agar tidak terjadi pelanggaran," ujar Tito.

Antisipasi adanya kampanye yang provokatif, kata Tito, dilakukan sejak proses pendaftaran capres cawapres ke KPU. Tito mengatakan polisi akan melakukan pengamanan di KPU saat proses pendaftaran Pilpres 2019 yang telah dibuka sejak Sabtu (4/8) hingga Jumat (10/8) mendatang. Polri selanjutnya juga akan menawarkan pengawalan kepada capres cawapres yang akan maju di Pilpres 2019.

"Kami normatif seperti yang lalu SOP-nya, kalau KPU kami amankan. Kemudian nanti paslon yang sudah diterima KPU kami akan tawarkan untuk memberikan pengawalan. Jika itu diterima, kami akan lakukan secara profesional," kata Tito. [kumparan.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel