Mahasiswa Tuntut Polisi Bubarkan Deklarasi #2019GantiPresiden





Rencana Deklarasi #2019GantiPresiden di Makassar, terus menuai penolakan dari kelompok masyarakat. Puluhan massa dari Mahasiswa Anti Radikalisme Makassar menggelar demo menolak deklarasi itu karena dinilai upaya makar dan inkonstitusional.

"Kami menolak keras rencana deklarasi yang menurut kami itu merupakan tindakan makar dan penyebaran faham radikalisme. Kita tidak mau warga kota Makassar terpecah dengan keberadaan mereka di kota yang damai ini," kata Koordinator lapangan Khusnul Mubarak, di depan Mapolda Sulawesi Selatan, Rabu (8/8/2018).
Baca juga: Gerindra Optimis Ahmad Dhani Siap Bertarung di Dapil Jatim 1

Selain menolak, mereka juga meminta Polda Sulsel untuk membubarkan kegiatan yang sampai sekarang belum juga mengantongi izin dari polisi itu. Menurut mereka, pihak penyelenggara justru sengaja akan membuat kegaduhan dengan tidak memberikan penyampaian kegiatan kepada Polisi. Mereka juga meminta MUI Sulsel untuk menolak kegiatan itu.

"Seolah-olah nantinya mereka saat dibubarkan, mereka terzalimi untuk mendapatkan simpati. Padahal itu unsur kesengajaan yang mereka buat untuk membuat gaduh warga. Makanya kami minta polisi membubarkan kegiatan itu. Kita juga minta MUI Sulsel bersikap untuk melarang," sebutnya.

"Kami juga tahu, kalau penggagas Deklarasi #2019GantiPresiden di Makassar ini adalah eks Napi Terorisme, sehingga sangat ditakutkan masih terpengaruh dengan faham radikalisme," lanjutnya.
Baca juga: Deklarasi #2019GantiPresiden Ditolak di Jabar, Ini Kata Panitia

Sebelumnya, Polda Sulsel mengancam akan membubarkan paksa kegiatan Deklarasi #2019GantiPresiden yang akan digelar di monumen Mandala pada Minggu (12/8/2018). Pasalnya, Polisi belum juga mengantongi surat penyampaian dari pihak penyelenggara kegiatan.

"Yang jelas belum ada izin, belum ada izin sampai saat ini ke Polda Sulsel. Walaupun ada, kita akan pertimbangkan dulu, kita kaji," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani, saat dimintai konfirmasi detikcom. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel