Menakar Kekuatan Prabowo-AHY, Bisa Kalahkan Jokowi?

Foto ilustrasi: Prabowo-AHY (Dok. Istimewa)

Partai Demokrat mendorong Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi cawapres untuk Prabowo Subianto. Sekuat apa duet Prabowo-AHY?

Hingga Kamis (2/8/2018) sekarang, beberapa survei telah menakar kekuatan elektabilitas AHY untuk menjadi pendamping Ketua Umum Partai Gerindra itu. Berikut adalah survei-survei yang merekam kekuatan AHY sebagai cawapres Prabowo selama tiga bulan terakhir:

1. Median

Media Survei Nasional (Median) merilis 'Peta Kompetisi Jelang Pilpres 2019' pada 23 Juli 2018. Di survei ini terekam potensi AHY berduet dengan Prabowo. AHY menempati urutan ke-4 sebagai cawapres potensial untuk Prabowo. Berikut adalah lima cawapres potensial bagi Prabowo Subianto berdasarkan survei ini:

1. Anies Baswedan: 35,0 persen
2. Gatot Nurmantyo: 34,1 persen
3. Muhaimin Iskandar: 33,6 persen
4. Agus Harimurti: 33,0 persen
5. Anis Matta: 32,9 persen

2. LIPI

Survei LIPI yang dirilis pada 19 Juli 2018 menyebutkan AHY sebagai kandidat cawapres ketiga untuk Prabowo. Survei ini melihat nama AHY masih kalah dengan Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo sebagai kandidat cawapres untuk Prabowo. Berikut elektabilitas cawapres Prabowo:

1. Anies Baswedan 23,1 persen
2. Gatot Nurmantyo 20 persen
3. Agus Harimurti Yudhoyono 15,7 persen
4. M Zainul Majdi 5,9 persen
5. Wiranto 3,8 persen
6. Ahmad Heryawan 2,9 persen
7. Ridwan Kamil 2,7 persen
8. Joko Widodo 2,5 persen
Lainnya 11,1 persen
Tidak Jawab 12,3 persen

3. LSI Denny JA

Survei LSI Denny JA yang dirilis pada 10 Juli 2018 menunjukkan duet Prabowo-AHY bukanlah duet unggulan. Duet Prabowo-Gatot Nurmantyo menjadi yang paling favorit di mata responden, disusul duet Prabowo-Anies Baswedan. Berikut adalah perolehan elektabilitas Prabowo dan cawapresnya (simulasi) bila melawan Jokowi:

Prabowo-Gatot 35,6%
Prabowo-Anies 19,6%
Prabowo-AHY 12,3%
Prabowo- Ahmad Heryawan (Aher) 10,2%
Prabowo-dengan tokoh lain 12,4%
Tidak tahu/tidak jawab 9,9%

4. Alvara Research

Lembaga survei Alvara Research merilis hasil penelitiannya pada 27 Mei 2018 lalu. Di situ terlihat nama AHY bahkan tidak masuk tiga besar cawapres untuk Prabowo. AHY malah diperhitungkan sebagai cawapres untuk Jokowi, Gatot, dan Anies. Berikut hasil elektabilitas soal kandidat cawapres Prabowo:

Anies Baswedan: 59,9%
Gatot Nurmantyo: 56,8%
Muhaimin Iskandar: 54,1%

5. Charta Politika

Charta Politika merilis hasil surveinya pada 21 Mei 2018 lalu. Terlihat, AHY merupakan kandidat cawapres yang cukup diperhitungkan responden untuk mendampingi Prabowo. Berikut elektabilitas cawapres Prabowo, disurvei menggunakan pertanyaan semiterbuka:

1. Anies Baswedan: 15,6%
2. Gatot Nurmantyo: 15,1%
3. AHY: 10,4%
4. TGB: 5,0%
5. Mahfud MD: 4,8%
6. Muhaimin Iskandar: 2,9%
7. Zulkifli Hasan: 1,3%
8. Airlangga Hartarto: 0,9%
9. Romahurmuziy: 0,2%
10. lainnya: 1,7%
TT/TJ: 42,2%

Soal kekuatan cawapres dalam mendorong elektabilitas capresnya, Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, pernah menganalisis saat berbicara di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018) lalu. Saat itu dia belum melihat ada cawapres yang mampu mendongkrak elektabilitas Jokowi, sehingga siapapun cawapresnya, maka elektabilitas Jokowi akan tetap tinggi.

Kondisi itu berbeda dengan penantang Jokowi, dalam hal ini Prabowo Subianto. Prabowo tidak memiliki modal kepuasan publik sebagaimana kandidat petahana. Maka aktor cawapres sebagai pendongkrak elektabilitas sangat penting bagi Prabowo.

"Sehingga siapa yang menjadi cawapres itu menjadi sangat berpengaruh terhadap elektabilitas. Apakah ada efek komplementer orang akan melihat seperti itu, nah ini yang menjadi catatan buat Prabowo, sangat penting siapa yang jadi wakil," ujar Yunarto saat itu. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel