Mensos Beberkan 3 Faktor Kemiskinan di Era Jokowi Single Digit

Foto: detikcom

Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham menjelaskan penyebab angka kemiskinan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun jadi single digit. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan Maret 2018 capai 9,82%, turun dari sebelumnya 10,12% pada September 2017.

Menurut Idrus wajar angka kemiskinan di era Jokowi turun di bawah 10%, karena bantuan sosial yang sejauh ini jadi program pemerintah berjalan efektif.

"Respons kami terhadap hasil survei itu, tadi sudah kita bahas, kita simpulkan apa yang dicapai berdasarkan fakta dan realitas terhadap kehidupan sosial ekonomi rakyat, sehingga BPS katakan kesejahteraan makin meningkat," katanya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (3/8/2018).

Idrus menjelaskan angka kemiskinan turun dipengaruhi tiga faktor mendasar.

"(Pertama) kita lihat bahwa memang program yang dilakukan pemerintah Jokowi-JK sangat efektif, dan sesuai kebutuhan yang ada. (Kedua) program itu juga bisa selesaikan masalah rakyat yang ada. Ketiga program Jokowi pada periode pertama betul betul memberi harapan kehidupan lebih baik," jelasnya.

Program-program bantuan sosial telah mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin.

"Lebih rinci ada program yang dilakukan yang dimaksudkan untuk kurangi beban pengeluaran rakyat seperti PKH (program keluarga harapan) tiap tahap ada Rp 500 ribu. Itu berfungsi kurangi beban pengeluaran rakyat," lanjutnya.

Kemudian ada program bantuan beras sejahtera (rastra) yang juga berfungsi mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin.

"Ada juga dari Kemendikbud, KIP (Kartu Indonesia Pintar) sekitar 19 juta jumlahnya. Tujuannya kurangi beban pengeluaran di bidang pendidikan. Kemudian ada Kemenkes, KIS (Kartu Indonesia Sehat), itu juga kurangi beban pengeluaran rumah tangga bilamana sakit," ujarnya.

Selain itu, ada juga program yang membuka peluang buat masyarakat miskin meningkatkan penghasilan. Program pembangunan infrastruktur juga berperan kurangi angka kemiskinan.

"Ada program strategis mendasar yang dorong peningkatan ekonomi rakyat dalam jangka panjang, misalnya infrastruktur. Itu program mendasar yang diproyeksi mendorong perekonomian rakyat, dalam harmonisasi harga harga di daerah, yang diproyeksi bisa membuka sentra ekonomi baru," terang Idrus.

"Ini program-program pemerintah yang konsisten dan diyakini dapat mengurangi angka kemiskinan," tambahnya. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel