Penolakan #2019GantiPresiden di Berbagai Daerah Berlanjut

Foto: detikcom

Penolakan terhadap deklarasi gerakan #2019GantiPresiden terus belanjut di sejumlah daerah. Yang terbaru, rencana deklarasi di Banyuwangi pun telah mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat.

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah, Banyuwangi, Rofik meminta pendukung calon tidak melakukan aksi provokatif yang akan menimbulkan gesekan di masyarakat. Menurutnya, gerakan yang ada di pusat hendaknya tidak dibawa ke daerah

"Perbedaan pandangan tidak perlu dibesar-besarkan. Jika memang mau berpendapat silahkan, asal tidak melanggar hukum dan melakukan provokasi. Nanti akan timbul intrik dan gesekan di masyarakat dan itu juga akan berimbas dengan pembangunan suatu daerah," ujarnya kepada detikcom, Kamis (30/8).

Tak hanya di Banyuwangi, penolakan terhadap tagar yang digagas oleh Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera tersebut juga sempat terjadi di Surabaya dan Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Aktivis #2019GantiPresiden Neno Warisman sempat dihadang di bandara Pekanbaru, Riau. Sebelumnya, Neno juga pernah ditolak di bandara Batam.

Pada Sabtu malam, 28 Juli 2018, sejumlah warga menolak kedatangan Neno Warisman di Bandara Hang Nadim, Batam. Mereka membawa spanduk terkait rencana Neno datang ke Batam untuk menghadiri tablig akbar dan deklarasi #2019GantiPresiden.

Selain Neno, musisi Ahmad Dhani pun mengalami hal serupa di kampung halamannya sendiri, Surabaya, Jawa Timur. Dhani dikepung oleh massa anti #2019GantiPresiden.

"Saya sih biasa aja. Ini kan dinamika dalam politik. Pembelajaran demokrasi di Indonesia. Ada orang yang anggap pakai kaos #2019GantiPresiden nggak baik. Mereka harus belajar kalau itu disahkan oleh banwaslu. Mereka yang harus belajar. Mereka yang harus dipaksa belajar. Saya tidak akan tunduk pada siapapun," kata Ahmad Dhani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera, Jakarta Selatan, Senin (27/8). [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel