PKB: Mungkin Pak Mahfud masih emosi, nendang ke sana ke mari

Foto: Merdeka.com

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lukman Edi, menduga Mahfud MD masih emosi karena tidak dipilih menjadi calon wakil presiden oleh Joko Widodo. Kondisi itu diduga jadi pemicu Mahfud menuding Ketua MUI Ma'ruf Amin mengancam Jokowi agar ada kader NU dipilih menjadi cawapres.

Mahfud mengaku mendapatkan informasi soal ancaman Ma'ruf kepada Jokowi itu dari Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.

"Mungkin Pak Mahfud masih emosi walaupun dia katakan legowo tapi kan nendang ke sana ke mari. Emosi itu masih ada," kata Lukman di Media Center Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta, Rabu (15/7).

Lukman tak mau membocorkan isi pertemuan antara Kiai Ma'ruf Amin, Ketua PBNU Said Aqil Sirajd dan Cak Imin di Kantor PBNU pada Rabu (8/8) atau satu hari sebelum pengumuman cawapres Jokowi. Namun, dia mengklaim pertemuan menghasilkan sesuatu yang konstruktif.

"Saya tidak menduga-duga ya seperti apa sebenarnya perbincangan tokoh-tokoh NU itu di PBNU. Tapi menurut saya semuanya konstruktif. Karena enggak mungkin lah PBNU sampai, politik NU kan high politics," klaimnya.

Dia membantah pertemuan Cak Imin, Ma'ruf Amin dan Said Aqil memfinalisasi nama cawapres dari unsur NU yang akan disodorkan ke Jokowi.

"Jadi sampai tunjuk nama enggak mungkin. PBNU kan sadar juga bukan parpol. Tapi kalau kemudian PBNU mengawal proses politik itu supaya tak lari dari moralitas NU itu saya kira peran PBNU," tegas dia.

Lukman menambahkan hubungan antara PKB, PBNU dan Mahfud sudah cair. Bahkan, setelah bertemu Mahfud, Cak Imin menegaskan Mahfud adalah keluarga besar dari PKB. Tak ada keraguan lagi soal ke-NU-an Mahfud.

"Cak imin kan sudah rilis juga dengan media pasca pertemuan dengan Pak Mahfud bahwa Pak Mahfud adalah keluarga besar. Karena faktanya seperti itu. Dan Pak Mahfud keluarga besar PKB. Faktanya seperti itu," ucap dia.

"Pak Mahfud dulu menjadi hakim konstitusi MK itu diusulkan oleh Fraksi PKB. Bahkan kami dorong jadi Ketua MK. Saya kira apa yang dilakukan PKB dan dikatakan Cak Imin bahwa Pak Mahfud keluarga besar PKB itu fakta," sambung Lukman.

Mahfud MD mengungkap alasan dirinya batal menjadi bakal calon wakil presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk Pilpres 2019. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengungkap dirinya batal menjadi cawapres di detik-detik akhir pengumuman cawapres yang dilakukan oleh Presiden Jokowi beserta petinggi partai politik koalisi di Restoran Plataran Menteng,Jakarta, Kamis (9/8) lalu.

Mahfud bercerita dirinya batal menjadi cawapres diwarnai dengan ancaman bahwa NU tidak bertanggung jawab apabila bukan kader NU yang menjadi cawapres Jokowi. Mahfud bercerita informasi hal ini didapat oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) saat keduanya melakukan pertemuan.

Saat bertemu dengan Cak Imin, Mahfud diberi tahu justru Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin yang menyampaikan ancaman jika NU bakal 'lepas tangan' andai kader NU tak menjadi cawapres Jokowi.

"(Ancaman) itu dibantah, padahal pernyataan itu (ancaman) yang menyuruh itu kiai Ma'ruf Amin. Bagaimana saya tahu kiai Ma'ruf Amin? Muhaimin yang bilang ke saya," kata Mahfud dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) yang disiarkan secara langsung oleh TV One, Selasa (15/8).

"Terus saya tanya gimana main ancam-ancam? 'Itu yang nyuruh kiai Ma'ruf'," kata Mahfud menceritakan pernyataan Cak Imin. [merdeka.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel