Prabowo: Ganti Presiden Itu Biasa, Jangan Ditindas Persekusi

Foto: Biro Pers Istana

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berharap masyarakat di akar rumput mencontoh keakrabannya dengan Jokowi saat menyambut kemenangan atlet pencak silat Hanifan Yudani Kusumah di ajang Asian Games 2018. Dengan demikian, Pilpres 2019 nanti akan berjalan baik-baik saja.

"Saya kira itu yang kita harapkan. Itu yang seharusnya terjadi dalam negara dan masyarakat," kata Prabowo dalam perbincangannya dengan tvOne, Kamis, 30 Agustus 2018.

Prabowo menuturkan budaya saling mengerti, koreksi, berbeda pendapat itu tidak dengan serta merta menjadi bermusuhan, bertabrakan di lapangan.

"Jadi ini perlu kedewasaan, kearifan bahwa keinginan untuk mengganti kepada desa, mengganti bupati, walikota, presiden, gubernur itu biasa. Keinginan agar presiden lanjut itu juga biasa," kata dia.

"Kita seharusnya mengakomodasi semua pemikiran, itu menurut saya. Kita semua tenang-tenang saja, semua pihak. Itu harapan saya," tambahnya.

Prabowo yang akan menjadi penantang Jokowi dalam Pilpres 2019 itu menegaskan bahwa berbeda itu biasa. Dia menyampaikan demokrasi membutuhkan perbedaan karena jika tidak namanya bukan demokrasi.

"Demokrasi artinya rakyat harus ada pilihan, kalau tidak bagaimana. Itu nafas dari UUD 1945, Pancasila, kedaulatan rakyat, rakyat berdaulat. Mulai memilih kepala desa, wali kota, bupati, gubernur, wakil-wakil di DPR, itu biasa, dan mengganti itu biasa," ujarnya.

Sebaliknya, apabila ada yang mau mempertahankan dan melanjutkan itu juga biasa, dan baik. Dia meminta tak ada gesekan atau permusuhan dalam proses memilih pemimpin.

"Janganlah saling dimusuhi, atau ditindas, persekusi. Saya kira itu yang kita harapkan. Ini demi masa depan bangsa kita, tenang menghadapi perubahan, pergantian. Semuanya sejuk, jangan sampai terjadi memaksakan kehendak," tutur dia. [viva.co.id]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel