Presiden Jokowi Minta Rakyat Ingat Perjuangan Ulama Jelang Kemerdekaan

Foto: CNN Indonesia

Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat jangan sampai terpecah hanya karena pesta demokrasi lima tahunan sekali seperti Pemilihan Kepala Daerah hingga Pemilihan Presiden.

Ia menegaskan kemerdekaan Indonesia sejak hampir 73 tahun lalu merupakan anugerah Allah dan perjuangan pahlawan termasuk ulama serta santri yang harus terus dijaga.

"Para ulama-ulama, para santri-santri kita yang gugur di medan perang. Saya selalu sampaikan jangan sampai karena pilihan kepala daerah dan presiden, kita menjadi berprasangka tidak baik," kata Jokowi, Rabu (1/8).

Hal ini disampaikan Jokowi sebelum zikir dan doa bersama untuk bangsa memperingati HUT Kemerdekaan Ke-73 Indonesia di halaman depan Istana Merdeka.

Di hadapan sekitar 1.000 jemaah yang hadir, Jokowi menyatakan proses demokrasi pasti terjadi setiap lima tahun sekali. Untuk itu masyarakat diharapkan tetap dapat menjaga keutuhan bangsa.

Ia menegaskan terlalu besar biaya sosial serta biaya ekonominya apabila rakyat Indonesia terpecah hanya karena pesta demokrasi.

"Ini karena kita sering lupa Indonesia 100 tahun dijajah perang kemudian atas rahmat Allah kepada bangsa Indonesia, sekarang sudah merdeka kurang lebih 73 tahun," tutur mantan Wali Kota Solo ini.

Jokowi juga menyatakan zikir dan doa bersama ini bakal terus dilakukan di hari pertama bulan kemerdekaan.

"Ini menjadi tradisi setiap 1 Agustus setiap tahun akan terus dilakukan zikir dan doa mengucap syukur atas rahmat yang diberikan Allah pada bangsa kita Indonesia yaitu kemerdekaan," katanya.

Ini merupakan kali kedua zikir bersama dilakukan. Zikir kali pertama diselenggarakan tahun lalu pada 1 Agustus di tempat yang sama, sebagai bentuk harapan bagi bangsa.

Terlihat hadir Ketua MUI Maruf Amin, Imam Besar Istiqlal Nasaruddin Umar, ulama Maimun Zubair, dan ulama Buya Muchtadi.

Sejumlah pembantu presiden juga hadir seperti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. [cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel