Presiden Jokowi Teken Aturan B20, Negara Hemat Rp 28 T Tahun Ini

Foto: CNBC Indonesia

Presiden Joko Widodo akan segera menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang mandatori biodiesel B20. Berlaku mulai 1 September 2018, diperkirakan bisa berdampak penghematan ke negara hingga Rp 28 triliun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, sebanyak 16 badan usaha penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) dan 19 badan usaha Bahan Bakar Nabati (BBN) akan diberikan alokasi volume dan lokasi penyaluran B20.

"Alokasinya diatur juga, termasuk lokasi-lokasi efisien. Tangki pencampuran harus jalan, baik PSO dan non-PSO," ujar Jonan saat dijumpai di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (15/8/2018).

Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat, kata Jonan, akan menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) terkait kewajiban pencampuran biodiesel dalam BBM (B-20) dan berlaku mulai 1 September 2018. Perpres ini akan berlaku baik untuk BBM Public Service Obligation (PSO) maupun non-PSO.

Dengan adanya Perpres kebijakan penerapan B20 ini, berdasar hitungan Kementerian ESDM negara bisa menghemat US$ 2 miliar untuk tahun ini atau setara Rp 28 triliun, dan US$ 4 miliar di tahun depan.

Adapun, Menko Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan mengungkapkan, estimasi dampak langsung terhadap penghematan devisa dengan penerapan B20 bisa mencapai US$ 3,36 miliar atau setara Rp 49 triliun dengan asumsi harga minyak US$ 80 per barel.

Hal tersebut, lanjut Luhut, jika menggunakan skenario harga minyak mencapai US$ 80 per barel. Sedangkan, apabila menggunakan skenario harga minyak US$ 75 per barel, maka penghematan devisa yang bisa terjadi yakni sebesar US$ 3,15 miliar, dan US$ 2,94 miliar apabila menggunakan asumsi harga minyak US$ 70 per barel.

"Realisasi ini mandatory baik untuk Public Service Obligation (PSO) maupun non-PSO. Semua sudah kami kerjakan, dan ini bisa mengurang impor crude oil seperti yang sudah disinggung sebelumnya," ujar Luhut saat dijumpai dalam acara Shell Skenario Forum, kemarin.

Lebih lanjut, Luhut memaparkan, jika menggunakan B20, akan ada penghematan volume impor minyak mentah mencapai 42 juta barel, dan terdapat efisiensi 78% terhadap kilang minyak Pertamina untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar. [cnbcindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel