PSI: Jokowi Tak Anjurkan Pendukungnya Berkelahi, Jangan Fitnah!

Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Arahan Joko Widodo (Jokowi) ke relawan agar 'berani jika diajak berantem' jadi kontroversi. PSI, yang merupakan salah satu partai pendukung Jokowi, menegaskan bahwa itu bukan berarti Jokowi menyuruh pendukungnya berkelahi.

"Pernyataan Pak Jokowi pada saat pertemuan relawan oleh lawan politik dipelintir, dipotong dan dicabut dari konteksnya sehingga yang ditampilkan di publik seolah-oleh Pak Jokowi memprovokasi agar terjadi benturan di akar rumput," kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni kepada wartawan, Minggu (5/8/2018).

"Ini adalah kombinasi antara fitnah kejam, interpretasi yang serampangan dan moralitas yang rendah dari lawan politik," sambungnya.

Toni meminta pernyataan Jokowi disimak secara seksama. Menurutnya, Jokowi justru menegaskan agar relawan Jokowi jangan saling mencela dan menjelekkan dalam kampanye. Jokowi juga melarang pendukungnya untuk berinisiatif melakukan kekerasan.

"Namun sebagai bentuk defensif, mempertahankan diri, bila ada yang melakukan kekerasan, pendukung Jokowi harus berani melawan. Tapi, sekali lagi, sifarnya defensif bukan ofensif," ujar Toni.

Dia menyinggung terminologi 'the last resort' dalam studi Hubungan Internasional. Toni menjelaskan bahwa tindakan militeristik mungkin dilakukan sebagai alternatif terakhir yang mesti diambil bila alternatif damai tidak bisa dilakukan lagi.

"Jadi tidak benar Pak Jokowi menganjurkan pendukungnya untuk berkelahi dengan pendukung lain. Sekali lagi, di tahun politik ini, jangan main fitnah dengan mempelintir pernyataan yang membuat gaduh masyarakat," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Gerindra menyayangkan arahan Joko Widodo (Jokowi) yang meminta relawannya berani jika diajak berantem. Menurut Gerindra, pernyataan Jokowi itu mendorong kekerasan.

"Presiden pakai kata-kata 'tapi kalau diajak berantem juga berani', seakan-akan presiden menganjurkan bahwa relawan Pak Jokowi beradu fisik dengan relawan Pak Prabowo. Dengan pernyataan presiden itu kan tidak etis ya. Presiden secara tidak langsung menganjurkan kekerasan dalam Pemilu 2019, ini nggak bener," kata anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade kepada wartawan, Minggu (5/8/2018). [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel