PSI: Prabowo Mau Pakai Sendal Jepit Juga Tetap Tak Sederhana

Foto: Detikcom

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyindir balik Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman yang menyinggung gaya busana 9 sekjen parpol saat bertemuJoko Widodo di Istana Bogor. PSI menyebut, Prabowo tak pernah hidup dalam kesederhanaan.

"Pak Prabowo mau dipakaikan sendal jepit, kaus murah naik... keliling Jakarta, naik metromini, tetap saja tidak merefleksikan kesederhanaan karena memang dia tidak pernah hidup dalam kesederhanaan. Kalau pun dilakukan, akan menjadi pencitraan hambar. Tidak ada yang percaya kecuali pengikut butanya termasuk Habiburokhman," kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni lewat keterangannya, Rabu (1/8/2018) malam.

Toni mengatakan kesederhanaan itu merupakan sebuah proses sejarah hidup seseorang. Menurut dia, kesederhanaan tak bisa diukur dalam hitungan hari.

"Kesederhanaan itu bukan dihitung 1-2 hari. Itu soal sejarah hidup. Itu yang kita lihat dari Pak Jokowi selama ini," ujarnya.

Toni kemudian bicara soal t-shirt yang dipakainya saat bertemu dengan Jokowi di Istana Bogor. Toni mengaku kausnya itu merupakan pemberian dari orang lain.

"Polo Shirt saya kemarin gratis. Dikasih Hariyanto Arbi yang memang punya bisnis membuat alat-alat raga dan t-shirt," tuturnya.

Sebelumnya, setelan Jokowi dan 9 sekjen koalisi dibanding-bandingkan dengan busana pertemuan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan PAN-PKS serta perwakilan PA 212.

Menurut Habiburokhman, gaya T-shirt dan sneakers koalisi Jokowi belum tentu sederhana karena ada busana demikian dengan harga yang mahal. Sementara itu, batik dan sepatu formal seperti yang dipakai Prabowo dan ketum parpol koalisi juga belum tentu mahal.

"Pakai sneakers disebut sederhana? Coba cek: Bally Rp 7 juta, Nike bisa Rp 3 juta, Adidas bisa Rp 2,5 juta. Sepatu formal mahal? Bata ada yang Rp 500 ribu, Florsheim bisa Rp 1,5 juta," kata Habiburokhman lewat Twitter. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel