Satgas Emak-emak Prabowo-Sandiaga Tuai Cibiran Pro-Jokowi

Foto: viva.co.id

Koalisi pendukung Joko Widodo tak terima dengan pernyataan bakal cawapres Sandiaga Uno dan politikus PKS Mardani Ali Sera soal kondisi ekonomi RI yang memprihatinkan. Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Kadir Karding, menyebut dua figur tersebut berlebihan.

Menurut dia, isu populisme yang menjadi jargon keduanya hanya ilusi belaka. Karding pun mengritik pembentukan 'Satgas Emak - Emak' oleh pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Yang dijual itu simbol yang enggak bikin kenyang. Tidak bikin bahagia. Baik hashtag ganti presiden maupun emak-emak itu tidak bikin senang, enggak bikin bahagia," kata Karding di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Selasa 28 Agustus 2018.

Ia juga mempertanyakan ucapan Sandi yang menyebutkan kondisi ekonomi khususnya harga pangan tengah menyulitkan masyarakat. Menurut dia, lebih baik kubu penantang mengedepankan adu gagasan dan program dibanding menciptakan informasi yang tidak sesuai fakta.

"Kita siap lah debat sama Sandi, sama siapapun lah. Dari ukuran mana ekonomi dinyatakan terpuruk. Dari ukuran mana masyarakat susah. Ngomong pakai data jangan pakai simbol, tidak boleh," lanjut dia.

Tak hanya Sandiaga, Karding pun menganggap ucapan Mardani yang belakangan menyebut harga pangan mahal menjadi penyebab tagar #2019GantiPresiden menguat di publik. Karding pun bertanya soal harga pangan melonjak tajam dan menjadi keresahan masyarakat.

"Itu di mana (harga pangan) di Pasar Jakarta. Itu tanggung jawab Gubernur Jakarta. Tim Pengendali Inflasi Daerah itu bukan presiden. Itu urusannya sama Sandi tuh. Jangan buang masalah ke orang yang tak membidangi langsung," kata dia. [viva.co.id]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel