SBY Sebut Warga Miskin Ada 100 Juta, JK: Data BPS Lebih Valid

Foto: Detikcom

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut data Badan Pusat Statistik (BPS) soal jumlah orang miskin lebih valid. Hal ini disampaikan JK guna menanggapi pernyataan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang menyebut ada sekitar 100 juta warga miskin.

"Itu datanya BPS tentu valid," ujar JK di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (31/7/2018).

Pada periode Maret 2018, BPS mencatat jumlah orang miskin di Indonesia sebanyak 25,95 juta jiwa. Jumlah ini menurun 633 ribu orang dari posisi September 2017 yang sebanyak 26,58 juta jiwa. Namun JK menyebut ukuran data kemiskinan berbeda-beda.

"Tergantung ukuran apa yang kita pakai. Kalau ukuran yang kita pakai (BPS) ialah ukuran yang diakui internasional, berpendapatan sekian per bulan atau konsumsinya per hari berapa," kata JK.

Menurut JK, ada 12 faktor yang digunakan untuk mengetahui angka kemiskinan. Salah satunya melihat pekerjaan dan kepemilikan rumah.

"Itu ada ukurannya masing-masing ada 15 faktor untuk mengetahui, membikin klarifikasi yang miskin atau tidak. Punya pekerjaan atau tidak, rumahnya bagaimana. Jadi sekitar itu, 20-an lebih itu," ucapnya.

Sebelumnya, SBY menyebut ada sekitar 100 juta orang yang masuk kategori miskin. Jumlah orang miskin menjadi salah satu persoalan yang disoroti SBY saat ini. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel