Tak Dapat Izin, 'Emak-emak Militan' Batal Geruduk Istana Esok

Foto: CNN Indonesia




Kelompok menamakan diri Barisan Emak-Emak Militan (BEM) menunda niat mereka menggeruduk Istana Merdeka pada esok hari, Rabu (29/8). Koordinator BEM, Tri Ernuyati mengatakan tertundanya aksi unjuk rasa itu dikarenakan Asian Games 2018 masih berlangsung.

"Jadi semalam Ketua Penasehat Pak Eggi Sudjana diberi tahu bahwa jadinya nanti tanggal 3 September (setelah Asian Games)," kata perwakilan BEM, Tri saat dihubungi oleh CNNIndonesia.com, Selasa (28/8).

Tertundanya aksi ini juga lantaran tidak diizinkan oleh Polda Metro Jaya. Tri menyatakan kepolisian baru bisa memberikan izin aksi unjuk rasa setelah Asian Games rampung.

Rencananya aksi tersebut akan dihadiri 3000 orang. Nantinya mereka akan jalan kaki dari kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Imam Bonjol hingga Istana Merdeka.

Tuntutan mereka adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus mundur dari jabatannya.

"Meminta presiden mundur karena dia (Jokowi) sudah jadi capres, seharusnya JK (Jusuf Kalla) yang naik," kata Tri.

Tri pun menampik anggapan bahwa gerakan ini ditunggangi oleh kepentingan politik di dalamnya. Ia bersumpah bahwa gerakan ini murni didasari oleh keinginan emak-emak.

"Tidak ada, saya lah korlapnya. Tidak ada bayaran politik. Lillahi Ta'alla demi Rasullulah S.A.W., ini gerakan murni dari emak-emak," tutur Tri.

Kelompok ini pernah berunjuk rasa di depan Istana Merdeka pada 18 Juli lalu. Saat itu mereka menuntut Jokowi menurunkan harga sembako yang semakin melambung.

Koordinator lapangan saat itu, Fifi Nurwanto mengatakan naiknya harga sembako telah membuat masyarakat kesulitan, khususnya kaum ibu. Fifi menyebut jika harga bahan pokok tak kunjung turun, maka akan ada aksi lanjutan. [cnnindonesia.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel