NasDem Sebut Prabowo Khilaf Karena Kerap Pakai Data Tak Akurat soal RI

Foto: Antara

Ketum Partai Gerinda sekaligus bakal capres Prabowo Subianto kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait situasi bangsa Indonesia saat ini. Ada beberapa hal yang disoroti mantan Danjen Kopassus tersebut, mulai dari utang yang semakin bertambah hingga masalah kemiskinan di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, partai pendukung pemerintah seperti NasDem menilai Prabowo khilaf. Sebab, pernyataan yang disampaikan Prabowo tak akurat.

"Saya kira dalam pemilu kita harus diisi dengan informasi publik yang akurat. Jangan sampai ada kekhilafan yang tidak perlu seperti itu. Sayang sekali kalau ruang publik kita diisi dengan informasi serta penafsiran atas informasi yang tidak akurat," kata Sekjen NasDem Johnny Plate di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Minggu (2/9).

Ia pun menilai hal itu justru bisa merugikan Prabowo. Sebab, apa yang disampaikan Prabowo merupakan kesalahan. Bagi Johnny, masyarakat Indonesia tentunya tak akan memilih calon pemimpin yang kerap melakukan kesalahan.

"Kami tentu menyesalkan itu. Yang rugi paslon sendiri. Bagi kami semakin banyak kesalahan, semakin bagus. Kan kita memilih pemimpin yang paling sedikit berbuat kesalahannya atau yang paling paham," jelasnya.

"Kalau semakin banyak salahnya, semakin baik bagi kami. Tapi tidak bagus bagi Indonesia dan tidak bagus bagi demokrasi," imbuhnya.

Untuk itu, NasDem juga mengimbau penasihat politik Prabowo agar bisa memberikan masukan yang akurat.

"Kami tentu mengimbau barangkali penasihat politik satu dengan lainnya untuk memberikan masukan yang memadailah. Jangan sampai ruang publik kita diisi informasi yang tidak akurat," jelas dia.

Diketahui, ada 8 pernyataan Prabowo yang kontroversial. Hal itu disampaikan Prabowo dalam seminar bertema Paradoks Indonesia. Pernyataan-pernyataaan Prabowo yaitu:

1.The Power Emak-emak Bisa Perbaiki Negara

2. Elite yang Tidak Melihat Negara Dijajah Hatinya Beku

3. Indonesia Terancam Menjadi Negara Miskin Selamanya

4. Utang Indonesia Naik Rp 1 Triliun Per Hari

5. 40 Persen Kekayaan Bangsa Dikuasai Oleh 1 Persen Rakyat

6. Sistem Ekonomi RI Keliru

7. Dalam Kondisi Perang, Indonesia Hanya Bertahan 3 Hari

8. Indonesia Masuk Piala Dunia Tahun 2135. [kumparan.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel