Politik Masuk Kampus, PKB: Sandiaga Jangan Kampanye Terselubung


Kehadiran bakal cawapres Sandiaga Uno di kampus-kampus dinilai berbau politis. PKB pun meminta Sandiaga tidak melakukan kampanye dengan memanfaatkan alasan lain.

"Baiknya semua pihak sabar menahan diri menunggu sesuai tahapan-tahapan pilpres termasuk kampanye," ujar Wasekjen PKB Daniel Johan kepada detikcom, Sabtu (1/9/2018).

Wakil Ketua Komisi IV DPR itu pun mengingatkan, dunia pendidikan harus terbebas dari politik praktis. Meski saat ini belum memasuki masa kampanye, Daniel mengingatkan Sandiaga untuk menjaga independensi kampus.

"Apalagi bila kampanye di kampus yang harusnya bebas dari politik praktis, nanti dianggap memberi contoh yang tidak baik," ujarnya.

"Nanti kehadiran Sandiaga bisa dianggap sebagai kampanye terselubung. Saya imbau jangan seperti itu," imbuh Daniel.

Hari ini Sandiaga mengisi kuliah perdana mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka. Ia didampingi politikus Partai Demokrat (PD) Andi Nurpati.

Di Uhamka, Andi Nurpati juga mempromosikan Sandiaga. Meski tidak menyebut soal ganti presiden, ia berbicara soal ganti pemerintah.

"Kita perlu tangan tangan seperti Mas Sandi untuk memperbaiki, memperbarui, bahkan mengganti sebuah kebijakan-kebijakan tentang bidang ekonomi yang beliau sudah ahlinya di situ. Karena itu, kami yakin Mas Sandi mampu memperbaiki kondisi bangsa Indonesia, kembalikan hak-hak masyarakat kita, bantuan-bantuan jangan dicabut. Jangan dimahalkan harga sembako, listrik," sebut Andi.

"Kita semua terenyuh dengan melihat kondisi keadaan belakangan ini. Karena itu, mari kita semua bekerja bersama-sama untuk memperbaiki dan mengganti pemerintahan yang tak bisa mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan konstitusi dan undang-undang," tambahnya.

Pada Rabu (29/8) kemarin, Sandiaga juga hadir di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Ia datang bersama Ketum PAN sekaligus Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Di hadapan ribuan mahasiswa, Zulkifli mempromosikan Sandiaga yang merupakan cawapres Prabowo Subianto. Dalam kesempatan itu, Zulkifli mengatakan Pilpres 2019 sangat sederhana karena hanya dua calon, yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga. Sehingga, Pilpres kini hanya pilihan ganti atau lanjut presiden.

"Pilpres sederhana, ganti presiden dan lanjutkan presiden," ucap Zulkifli Hasan.

"Ganti apa lanjut?" tanya Zulkifli Hasan kepada ribuan mahasiswa baru UMJ.

"Ganti," jawab ribuan mahasiswa. [detik.com]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel