Lahan Prabowo Disebut Dikelola Asing, TKN: Seperti Menepuk Air di Dulang Tepercik Muka Sendiri


Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengaitkan Prabowo Subianto dengan pribahasa 'menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri' atau melakukan sesuatu perbuatan yang jadi bumerang.

Kiasan itu diberikan Ace menanggapi pernyataan dari mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Linge, Fauzan Azima yang mengungkap bahwa, PT Tusam Hutani Lestari milik Prabowo pernah mempekerjakan tenaga asing untuk pengolahan getah pinus, terutama dari China.

"Ini menunjukkan Pak Prabowo ini seperti 'menepuk air di dulang tepercik muka sendiri'. Sudah menguasai lahan yang luas atas nama nama tidak boleh dikuasai asing, eh malah pekerjanya mempekerjakan asing juga," kata Ace kepada Okezone, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Hal itu membuat apa yang selama ini didengungkan oleh Prabowo terkait anti-asing, tidak sesuai dengan kenyataan.

"Ini kontradiktif dengan apa yang selalu digembor-gemborkannya," kata Ace.

Menurut Politikus Golkar, pernyataan dari eks Panglima GAM tersebut membuktikan bahwa Prabowo tidak memiliki sikap yang konsisten. "Ini menambah bukti sikapnya yang menuduh pihak lain pro asing, padahal ternyata perusahaannya pun memperkerjakan tenaga kerja asing," ucap Ace menyindir.

Lahan yang digunakan untuk pengambilan getah pinus banyak terdapat dikawasan Linge dan Isak, Aceh Tengah. Fauzan juga menuding, Pihak PT Tusam Hutani Lestari melakukan perusakan hutan, di mana seharusnya pada konsesi kedua pihak PT THL harusnya melakukan penanaman kembali setelah melakukan penebangan, namun hal tersebut tidak dilakukan.

Kawasan PT Tusam Hutani Lestari milik Prabowo di Aceh terdapat di empat Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireun, dan Aceh Utara seluas 97.300 hektare.

Isu soal lahan ini pertama mencuat saat Jokowi menyampaikan bahwa Prabowo memiliki ribuan hektare lahan di Indonesia. "Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur sebesar 220 ribu hektare, juga di Aceh Tengah 120 ribu hektare. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan masa pemerintahan saya," kata Jokowi saat debat kedua Pilpres 2019.

Setelah disindir Jokowi, Prabowo di ujung debatnya lantas memberikan jawaban. Prabowo mengaku memiliki lahan tersebut, tapi semua itu hanya Hak Guna Usaha (HGU).

"Itu benar, tapi semua itu hanya HGU dan milik negara. Jadi, setiap saat negara bisa ambilkan kembali. Untuk negara saya rela, tapi daripada jatuh ke pihak asing, lebih baik saya yang mengelola. Saya nasionalis dan patriot," kata Prabowo. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel