Prabowo Diminta Tak Putarbalikkan Fakta soal Lahannya yang Disebut Dikelola Asing


Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno meminta calon presiden Prabowo Subianto tidak memutarbalikkan fakta mengenai lahan yang dimilikinya. Hal itu menyangkut pernyataan dari eks Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Linge, Fauzan Azima yang menyebut bahwa lahan PT Tusam Hutani Lestari di Aceh mempekerjakan tenaga asing untuk pengolahan getah pinus.

"Kita tidak boleh memutarbalikkan fakta. Biar fakta bicara apa adanya, tanpa bumbu fitnah dan ilusi," kata Hendrawan kepada Okezone, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Menurut Hendrawan, Prabowo harusnya mampu mencontoh sikap Joko Widodo (Jokowi) yang selama kampanye mampu memberikan pernyataan berdasarkan fakta dan data yang valid.

"Kami tak mau bicara terlalu jauh, karena yang disampaikan oleh Jokowi sifatnya ilustratif, bukan intimidatif," tutur Hendrawan.

Menurutnya, isu kepemilikan lahan yang muncul di debat kedua Pilpres 2019 untuk memberikan contoh pada masyarakat tentang segelintir anak bangsa yang mengusasi lahan luas di Indonesia.

"Yang ditunjukkan adalah bagaimana seseorang dapat menguasai lahan sebegitu besar, yang lahir dari proses KKN, kemudian berteriak lantang tentang keadilan dan Pasal 33 UUD 1945," ucap Hendrawan menyindir.

Sebelumnya, Fauzan Azima menyatakan, "Sekarang lahan itu mereka manfaatkan untuk ambil getah. Ada sebagian masyarakat, pihak ketiga. Kalau dulu banyak dari luar, dari China juga ada. Awalnya tenaga kerja China semua di situ,” ujarnya.

Lahan yang digunakan untuk pengambilan getah pinus banyak terdapat dikawasan Linge dan Isak, Aceh Tengah. Fauzan juga menuding, Pihak PT Tusam Hutani Lestari melakukan perusakan hutan, di mana seharusnya pada konsesi kedua pihak PT THL harusnya melakukan penanaman kembali setelah melakukan penebangan, namun hal tersebut tidak dilakukan.

Kawasan PT Tusam Hutani Lestari milik Prabowo di Aceh terdapat di empat Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireun, dan Aceh Utara seluas 97.300 hektare. [okezone.com]

Iklan Atas Artikel