Loading...

Demo di Istana, Perwakilan Petani Diizinkan Bertemu Presiden Jokowi


Perwakilan Serikat Petani Pasundan Agustiana yang menjadi koordinator lapangan dalam aksi peringatan Hari Tani Nasional 2019 diizinkan menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Agustiana dipanggil Jokowi untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada Mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

"Saya mau ke istana dulu. Sampaikan langsung ke Pak Jokowi," kata Agustiana di Silang Monas, seberang Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (24/9).

Agustiana hanya didampingi oleh satu orang polisi pengawal. Para petani yang ikut berdemonstrasi dianjurkan untuk tetap berada di lokasi demonstrasi untuk menunggu hasil pertemuan itu.

Dia sendiri mengaku ada sejumlah hal yang akan dia sampaikan saat bertemu Jokowi. Diantaranya, keinginan untuk mengembalikan tanah menjadi sepenuhnya milik bangsa.

"Supaya tanah milik bangsa. Bukan milik investor atau pemerintah saja," kata Agustiana.

Dalam aksi Hari Tani ini para petani dari berbagai daerah berkumpul di depan Istana Negara. Mereka menuntut agar Jokowi bisa kembali ke pada rakyat. Bukan hanya mementingkan berapa banyak investasi yang masuk ke Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Gun Retno, salah satu petani Kendeng, Jawa Tengah, juga menyebut pemerintah akan tetap bisa hidup jika ada petani. Sebaliknya, pemerintah tak akan bisa hidup jika hanya memanfaatkan investasi.

"Petani bisa hidup tanpa pemerintah. Tapi pemerintah tak akan bisa hidup tanpa petani," kata Gun Retno.

"Semoga Pak Jokowi kupingnya bisa terbuka kembali. Bisa mendengar pendapat rakyat pendapat petani," kata dia.

Tak hanya itu, Gun Retno juga mempertanyakan batas waktu penundaan revisi UU Pertanahan. Kata dia, mestinya Jokowi segera mengambil sikap dengan menghentikan pembahasannya, bukan cuma menunda.

Dia juga mempertanyakan perihal anggota DPR yang tak pernah mengajak satu pun petani dalam pembahasan UU Pertanahan.

"Harusnya petani diajak. Karena undang-undang pertanahan itu untuk kami. Untuk petani," kata dia.

"Yang namanya ditunda. Bisa saja besok kota pulang malah disahkan. Ini bahaya untuk rakyat," katanya.

Ratusan petani ini berkumpul untuk menunggu hasil pertemuan antara Agustiani dengan Jokowi

Di tempat terpisah, puluhan petani yang tergabung dalam Serikat Petani Indonesia dan juga pemuda tani dari beberapa daerah melakukan aksi serupa di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (24/9).

Aksi ini turut dilakukan untuk memperingati hari Tani Nasional dan juga untuk mendesak pemerintah beserta anggota parlemen untuk menghentikan pembahasan dan juga pengesahan beberapa RUU yang terkait dengan petani.

"Kami mau menghentikan pembahasan dan rencana pengesahan RUU yang berkaitan dengan petani dan masyarakat desa," kata Sekertaris Umum DPP SPI Agus Ruli kepada wartawan di depan gedung DPR RI, Selasa (24/9).

Pantauan CNNIndonesia.com, massa aksi sudah melakukan orasi sejak pukul 08.45 WIB lengkap dengan membawa bendera serikat dan juga papan tuntutan lainnya. [cnnindonesia.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Loading...

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel