Loading...

Presiden Jokowi ke Insinyur se-ASEAN: Ekonomi Dunia Sedang Tidak Ramah


Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh insinyur se-ASEAN untuk bekerja sama untuk menghadapi kondisi ekonomi dunia yang saat ini sedang tidak ramah atau penuh ketidakpastian, bahkan ada potensi resesi.

Jokowi bilang, para insinyur yang tergabung dalam ASEAN Federation of Engineering Organization (AFEO) merupakan keluarga besar yang mampu memberikan dampak besar terhadap ekonomi ASEAN. Oleh karena itu perlu terus bekerja sama menghadapi ketidakpastian global.

"Ekonomi dunia saat ini sedang tidak ramah. Beberapa negara mengalami kemunduran ekonomi. Bahkan ada negara mulai mengalami resesi ekonomi. Kita harus mampu membentengi diri untuk tetap tumbuh stabil dan keberlanjutan," kata Jokowi di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Di tengah ketidakpastian global, Jokowi menginginkan para insinyur dapat mengoptimalkan peluang terutama terhadap negara-negara yang tengah terjadi resesi. Salah satu optimalisasi potensi tersebut dengan mengembangkan inovasi.

"Kita harus berusaha memanfaatkan kemunduran di beberapa kawasan sebagai peluang untuk kita bisa melompat ke depan. Sehingga dalam situasi ekonomi dunia yang sedang sulit seperti sekarang ini justru menjadi peluang bagi kita di ASEAN untuk berkembang lebih cepat," jelasnya.

Menurut Jokowi, ASEAN memiliki jumlah penduduk sekitar 600 juta dan menjadikan kawasan ekonomi besar di dunia. Bahkan, ASEAN telah membuktikan sebagai kawasan yang aman, stabil, serta pertumbuhan ekonomi di masing-masing negaranya tetap tinggi.

"Untuk tumbuh besar lagi maka kita butuh sinergi lebih banyak lagi. Namun negara-negara ASEAN harus saling membantu satu dengan yang lainnya termasuk di antara insinyur yang ada," ungkapnya.

"Kerja sama antar insinyur di ASEAN ini penting untuk terus ditingkatkan dan saya yakin setiap negara ASEAN punya kekuatan masing-masing," tambahnya. [detik.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Loading...

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel