Loading...

Rencana Pertama Pimpinan KPK Terpilih Ghufron: Solidkan Pimpinan-Internal


Komisi III DPR sudah memilih lima orang Pimpinan KPK baru, salah satunya Nurul Ghufron. Dia berencana menyolidkan para pimpinan hingga internal KPK setelah mulai bekerja nanti.

"Yang pertama akan menyolidkan di antara para pimpinan, baru kemudian di jajaran internal KPK," kata Ghufron, Jumat (13/9/2019).

Langkah berikutnya adalah membangun sinergi dengan berbagai pihak. Sinergi itu, kata Ghufron bakal digunakan untuk pencegahan dan pemberantasan korupsi.

"Selanjutnya akan bersinergi dengan segenap pihak baik pencegahan dan pemberantasan," jelasnya.

Ghufron terpilih dengan 51 suara. Dia terpilih menjadi pimpinan KPK baru bersama Firli Bahuri, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango dan Alexander Marwata.

Berdasarkan data pada laman resmi Universitas Jember (Unej), Nurul Ghufron merupakan merupakan Dosen berpangkat golongan III d yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum Unej. Ghufron juga kerap menulis karya ilmiah dengan tema pidana korupsi.

Salah satu tulisannya yang tercantum di Google Schoolar, berjudul 'Kedudukan Saksi Dalam Menciptakan Peradilan Pidana Yang Bebas Korupsi'. Nurul terakhir melaporkan LHKPN pada 23 April 2018. Total harta kekayaannya sebesar Rp. 1.832.777.249.

Dalam fit and proper test di DPR, Ghufron sempat ditanyai tentang tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dia menilai jika hasil korupsi digunakan membeli barang untuk kepentingan pribadi tidak masuk kategori TPPU. Ghufron berjanji akan fokus pada pencegahan.

"Saya sekali lagi berpandangan bahwa kalau kemudian sebuah tindak pidana korupsi hasilnya kemudian diupayakan dengan mentransaksikan seakan-akan hasil dari uang itu tidak dari hasil kejahatan, maka tindak pidana itu bisa dilanjutkan dua-duanya," kata Ghufron dalam fit and proper test, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/9).

"Yang dimaksud saya tindak pidana korupsi memungkinkan diikuti dengan transaksi untuk menyembunyikan sehingga kena dengan TPPU. Mungkin juga tidak jika kalau memang saya dapat kemudian saya diamkan, saya belikan mobil, kemudian saya nikmati, maka itu itu bukan TPPU," imbuh Ghufron. [detik.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Loading...

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel