Loading...

Tepis Tudingan Malaysia, Indonesia Siap Adu Data soal Asap Karhutla


Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menolak tudingan kabut asap di Malaysia berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Siti siap mengadu data persoalan asap tersebut dengan pemerintah Malaysia.

"Saya justru bukan hanya (adu) datanya, tapi metodenya ayo (diadu). Kalau perlu stasiunnya dilihat bareng-bareng, adu saja," ujar Siti saat menghadirj Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Karhutla di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Siti menilai, tudingan pemerintah Malaysia itu tidak berdasar. Pasalnya, pada 6 September lalu, kebakaran hutan juga terjadi di Serawak, Malaysia.

"Termasuk di Semenanjung Melayu juga dan di Serawak juga banyak (karhutla) gitu loh. Sekarang saya baca lagi ada berita kataya di Serawak hotspotnya sedikit cuma ada lima, di Indonesia ratusan," paparnya.

Siti menerangkan, langkah pemerintah Malaysia yang membandingkan hotspot di Serawak dan Kalimantan merupakan hal yang aneh. Pasalnya, Kalimantan jauh lebih luas dari negara Malaysia.

Ia pun tak mempersoalkan bila pemerintah Malaysia mau menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kabut asap di Malaysia yang dituding berasal dari Indonesia.

"Ya enggak apa-apa. Pak Presiden sudah tahu kok, saya sudah lapor, adu stasiunnya sekalian bukan hanya data!" tegas Siti.

Menteri Lingkungan Malaysia, Yeo Bee Yin menyatakan kabut asap yang melanda sebagian wilayah Malaysia seperti di Serawak berasal dari Indonesia.

Yeo Bee Yin mengutip data Asean Specialized Meteorological Centre, stasiun cuaca berbasis di Singapura mengatakan, jumlah titik api atau hotspot di Malaysia hanya lima, sedangkan di Indonesia mencapai 1.500 titik api.

“Data jelas menunjukkan bahwa kabut berasal dari Indonesia,” katanya.

Yeo Bee Yin mengatakan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad akan menyurati Presiden Jokowi terkait masalah asap tersebut.

“Dia (Mahathir) telah setuju untuk menulis surat kepada Presiden Jokowi untuk menarik perhatiannya terhadap masalah asap,” ujar Yeo Bee Yin seperti dilaporkan Malaymail, Kamis 12 September 2019.

Pada Selasa 10 September lalu, pemerintah Malaysia telah mengirimkan setengah juta masker ke Negara Bagian Sarawak dan menutup lebih dari 400 sekolah menyusul adanya kabut asap.

Indonesia dalam beberapa bulan terakhir memang dilanda karhutla di sejumlah daerah seperti Sumatera dan Kalimantan, hingga menimbulkan bencana kabut asap. Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sudah menjadi bencana tahunan yang terus terulang. [okezone.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Loading...

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel