Loading...

Presiden Jokowi Sapa Nadiem: Yang Saya Hormati, Mas Menteri Pendidikan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyapa akrab Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dengan sebutan 'Mas' di hadapan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju.

Ini terjadi ketika Jokowi membuka acara diskusi bertajuk 100 CEO Forum Kompas di kawasan Kuningan, Jakarta, pada Kamis (28/11). Jokowi mulanya menyapa jajaran menteri yang turut datang menemaninya di acara tersebut.

"Yang saya hormati para menteri, hadir di sini, Pak Menteri Perekonomian, Mas Menteri Pendidikan, dan undangan lainnya," ucap Jokowi membuka pidatonya.

Tak sampai di situ itu, Jokowi kembali menyapa Nadiem dengan sebutan 'Mas' ketika memulai pidato. Kepala negara menyatakan ingin berbicara secara makro soal prospek ekonomi Indonesia ke depan.

Ia menyatakan tidak ingin membahas soal disrupsi digital dan perkembangan ekonomi digital karena ada Nadiem di acara itu. Kebetulan, Nadiem juga akan menjadi pembicara di salah satu sesi diskusi forum setelah dibuka oleh Jokowi.

"Saya tidak akan bicara soal digital, mungkin Mas Menteri dan Mas William Tokopedia yang lebih pas, jadi saya mau bicara soal makro dan masa depan bangsa ini saja," ujarnya.

Sapaan 'Mas' pun kembali digulirkan Jokowi ketika menyinggung soal fokus pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia ke depan. Nadiem selaku Mendikbud dalam hal ini punya kewajiban mengurus pendidikan dan pembangunan SDM.

"Mengenai ini, nantinya pembangunan SDM apa yang akan dikerjakan, biar Mas Menteri Nadiem yang menyampaikan," tuturnya.

Sapaan 'Mas' kepada menteri sejatinya baru kali ini dilakukan Jokowi. Sebelumnya, seberapa muda usia seorang menteri, Jokowi kerap memanggilnya dengan sebutan Pak atau Bu.

Misalnya, kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan era Kabinet Kerja Puan Maharani yang usianya 46 tahun atau lebih muda 12 tahun dari Jokowi yang berusia 58 tahun. Jokowi tetap memanggilnya dengan sebutan 'Ibu'.

Begitu juga ketika menyapa Menteri Ketenagakerjaan Kabinet Kerja Hanif Dhakiri serta Menteri Pemuda dan Olahraga Kabinet Kerja Imam Nahrawi. Padahal keduanya berusia masing-masing 47 tahun dan 46 tahun.

Jokowi memang tampak ingin lebih menyesuaikan diri dengan para jajaran menterinya yang cukup banyak berasal dari kalangan muda. Selain Nadiem yang baru berusia 35 tahun, ada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama yang terbilang cukup muda, yaitu 49 tahun dan 43 tahun.

Kemudian, ada juga para wakil menteri dan staf khusus yang juga berasal dari kalangan muda, bahkan para milenial. Salah satunya, staf khsuus presiden Putri Tanjung yang baru berusia 23 tahun. [cnnindonesia.com]

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel