Loading...

Diserang Netizen, Stafsus Milenial: Kami Bukan Politisi


Staf khusus Milineal Presiden Joko Widodo (Jokowi), Adamas Belva Syah Devara menceritakan pengalamannya, setelah seminggu menjadi bekerja bersama Jokowi.

Belvara menceritakan dari awal mula bagaimana dia dipilih menjadi staf khusus, sampai strategi-strategi apa yang sudah disiapkan olehnya dalam membangun negeri.

Melaui akun twitternya, @AdamasBelva, pendiri startup Ruang Guru ini mengaku dirinya cukup kebingungan, apa saja yang harus dilakukan dalam mengemban tuga menjadi stafsus Presiden.

"Saya diberitahu bahwa Presiden berharap bahwa kami bisa membawa ide kreatif/out of the box untuk beliau dengan pikiran 'digital' dan bukan lagi pikiran 'analog'. Saya akan masuk dalam stafsus 'Gugus Inovasi'," ujarnya seperti dikutip CNBC dalam akun twitternya, Minggu (1/12/2019).

Belva lanjut bercerita, harus diformalkan menjadi Staf negara, karena semuanya butuh koordinasi menyeluruh. Termasuk berpartisipasi dalam meeting dengan kementerian/lembaga sehingga menurut Belva, idenya juga dapat didiskusikan dan diimplementasikan dengan baik. "Dan bukan ide awang-awang yang turun dari langit," kata dia.

Jokowi, kata Belva, juga menginstruksikan agar dirinya tidak melepaskan tugasnya menjadi pendiri Ruang Guru. Sehingga, Belva diperbolehkan untuk tetap mengembangkan bisnis startupnya itu.

Belva juga dilonggarkan oleh Jokowi untuk tidak terlalu pusing untuk masuk lebih dalam urusan birokrasi di pemerintahan.

"Kami diharapkan tetap melanjutkan aktivitas kami supaya tidak tercerabut dari 'akar' kami di sektor masing-masing, dan tetap peka terhadap apa yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya.

"Dan supaya kami tidak terlarut dalam birokrasi di dalam pemerintahan yang ada, yang berbelit-belit/njelimet, serta tidak terputus dari realita lapangan," kata Belva melanjutkan.

Belva mengaku bahwa posisinya sebagai stafsus saat ini bak mercusuar, yang diharuskan bisa menjangkau semua aktivitas RI-1.

"Kami dilibatkan di rapat terbatas, mendampingi presiden secara langsung di kunjungan kerja beliau, ikut terlibat dalam debat dan diskusi internal lintas sektor dan lintas kementerian," paparnya.

Saat ini, kata Belva, dirinya saya dan stafsus milineal lainnya sedang berkerja keras membantu Jokowi membangun negeri. Surat Keputusan juga sudah resmi diterbitkan Jokowi, kini tugasnya mencari tim untuk membantu tugasnya.

"Setiap hari kami ada pertemuan, seringkali sampai malam hari. Saya percaya bahwa tidak ada yang instan, semua ada prosesnya. Alhamdulillah SK kami akhirnya keluar kemarin hari Jumat. Sekarang kami cari tim yang kuat & passionate," ucapnya.

Lima tahun ke depan, Belva akan fokus pada sektor-sektor strategis seperti digital delivery of public services (lintas sektor), kewirausahaan atau UMKM, dan kepemudaan.

Belva merinci, digitalisasi layanan publik perlu ditingkatkan. Karena masih banyak pekerjaan publik yang saat ini masih dilakukan manual. Padahal banyak hal lebih efektif dan efisien kalau ditransformasikan dalam bentuk digital.

Dirinya akan menjadikan beberapa negara sebagai bench mark yang sudah lebih dahulu mengimplementasikan digital delivery of public. Negara-negara tersebut di antaranya Estonia, Singapura, Negara Timur Tengah, dan lain-lain.

"Tentunya bukan copy paste saja, harus disesuaikan dengan realita lapangan di Indonesia. Ini lintas sektor: Kependudukan, Perpajakan, Pendidikan. Banyak potensinya," tuturnya.

Dari sektor kewirausahaan atau UMKM, Belva mengaku sudah 'khatam' gimana rasanya melalukan bisnis dari tidak punya apa-apa.

"Saya tahu betul pain points pebisnis pemula. Dari kurang modal, tidak ada mentorship, iterasi produk, team building, manajemen keuangan, dan lain-lain. Apa yang negara bisa bantu di tiap pain point ini? Ini akan saya perjuangkan juga," tuturnya.

Sementara untuk kepemudaan mencakup cara-cara baru dalam melibatkan anak muda di pengambilan keputusan, yg tadinya apatis menjadi peduli. Lalu termasuk isu pemberdayaan diaspora luar negeri, dan sebagainya.

Setiap stafsus, kata Belva punya fokusnya masing-masing. Ada yang berfungsi sebagai juru bicara ekonomi, hukum, dan lain-lain. Konsep-konsep tersebut, kata dia sudah banyak didiskusikan secara internal.

Kendati demikian, sebelum diumumkan ke publik masih ada beberapa hal yang perlu dimatangkan kembali dan dikaji secara detail.

"Rencananya saya juga akan menggabungkan prinsip UX/Human Centered Design, yang sudah biasa diterapkan di startup dengan kebijakan publik. Tim saya nanti rasanya akan kental digital, muda, kreatif," klaim Belva.

Saat ini Belva sedang mendiskusikan untuk membentuk saluran mendengar dan menangkap aspirasi dari anak muda atau masyarakat umum. Baik offline maupun online, sehingga semua bisa partisipasi.

Di akhir ulusan dalam twitternya itu, Belva juga menegaskan bahwa dirinya bukan dari kalangan politisi.

"Perlu digarisbawahi juga bahwa saya bukan politisi, saya bergabung untuk menjadi pekerja. Kontribusi sebisa saya, itu fokus saya. Semoga saya dapat menjalankan amanah ini dgn baik sekuat tenaga," kata Belva berharap. [cnbcindonesia.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel