Loading...

Labuan Bajo Jadi Wisata Super Premium, Wishnutama: Jangan Khawatir

Labuan Bajo di NTT jadi wisata super premium, tapi malah muncul kerisauan warga lokalnya. Menparekraf Wishnutama mengimbau jangan khwatir.

Presiden Jokowi sudah mencanangkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium. Artinya, segementasi pasarnya tidak dicampur aduk.

Labuan Bajo sendiri merupakan bagian dari 5 Destinasi Super Prioritas. Artinya, pembangunan pariwisata di sana bakal dikebut dan dimaksimalkan supaya membuat turis nyaman dan jadi ladang devisa besar untuk negara.

Namun justru, hal tersebut membuat kerisauan khususnya bagi warga lokal di Labuan Bajo dan Pulau Komodo. Mereka gusar, kalau jadi super premium, bisa jadi nanti turis yang datang malah sedikit.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama angkat bicara dan menjelaskan lebih mendalam soal Labuan Bajo menjadi destinasi wisata super premium. Pertama, dia meminta masyarakat untuk tidak melihatnya setengah-setengah.

"Untuk wisata super premium ini, jangan lihat setengah-setengah. Kita harus lihat secara utuh, apa sih yang pemerintah rencanakan, bagaimana strateginya, serta jangka ke depannya seperti apa," terang Wishnutama kepada detikcom, Selasa (3/12/2019).

"Yang pasti tujuan dijadikannya Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium adalah untuk kesejahteraan masyarakat, devisa negara, dan untuk menjaga alam," lanjutnya menjelaskan.

Wishnutama menjelaskan, berbagai hasil kerajinan atau suvenir serta ragam festival budaya di sektor ekonomi dan kreatif akan lebih dipoles dan diberikan nilai tambah. Supaya, menjadi daya tarik yang lebih memukau wisatawan.

"Sektor-sektor ekonomi kreatif di sana dari suvenir sampai festival nanti kita poles. Malah kita punya rencana, untuk menjadikan Labuan Bajo sebagai hub ekraf (ekonomi kreatif) di NTT," ungkap Wishnutama.

"Kalau suvenirnya ada nilai tambah, pasti turis akan lebih banyak yang beli bukan?" tambahnya.

Kemudian, Wishnutama menjelaskan pemerintah sedang membangun fasilitas penunjang pariwisata di Labuan Bajo secara besar-besaran. Landasan pacu bandaranya diperpanjang, supaya pesawat wide body bisa mendarat. Pelabuhan juga dikelola, agar kapal-kapal yacht bisa datang dengan mudah.

"Apalagi kita sudah mengundang investor untuk pembangunan hotel dan lainnya. Kita sedang membangun pariwisata di Labuan Bajo," kata Wishnutama.

Tapi, warga lokal khususnya pelaku wisata ada yang risau karena label 'super premium' pada Labuan Bajo. Dengan label tersebut, ditakutkan malah sedikit turis yang datang.

"Lho tentu tidak, justru apa yang kita lakukan dengan pembangunan pariwisata, malah makin memudahkan turis yang datang. Nanti pesawat wide body (berbadan lebar) bisa mendarat. Dari pelabuhan, turis naik yacht banyak yang datang. Justru sekali lagi, turis makin mudah dan banyak yang datang," paparnya.

Lantas wacana tiket masuk Pulau Komodo sebesar USD 1.000 atau setara Rp 14 juta, apakah itu masuk salah satu bagian dari dijadikannya Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium?

"Soal kenaikan tiket, itu masih wacana, sekali lagi masih wacana. Masih banyak yang harus kita kaji terkait itu," jawab Wishnutama.

Wishnutama menegaskan, dijadikannya Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium, artinya membuat turis yang datang ke sana adalah turis-turis yang berkualitas. Turis-turis yang berkualitas akan membuat sektor perekonomian setempat jadi lebih meningkat.

"Saya tekankan, masyarakat jangan khawatir. Dengan pembangunan pariwisata di Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium, malah makin banyak turis yang datang dan turis-turisnya itu yang berkualitas," tutupnya. [detik.com]

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel