Loading...

Menko Luhut Dukung Putusan Erick Thohir Tertibkan Garuda Indonesia

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Panjaitan, mendukung upaya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam upayanya melakukan penertiban Garuda Indonesia. Menteri Erick baru saja memecat Dirut Garuda Indonesia Ari Askhara karena terlibat penyelundupan Harley Davidson.

"Pernyataan Menteri BUMN sudah sangat tepat. Saya mendukung upayanya menertibkan aparat yang menyalahgunakan jabatannya dan melanggar sumpah jabatannya," ujar Menko Luhut dalam keterangan tertulis, Kamis (5/12).

Seperti diketahui Menteri BUMN meminta kepada pejabat PT Garuda Indonesia dan semua pihak yang terlibat dalam penyelundupan barang mewah di dalam maskapai Garuda lebih baik untuk mundur daripada dicopot.

"Tentu kita mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Menurut informasi yang saya terima, kita masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan Bea Cukai terhadap komponen sepeda motor dan sepeda mewah yang dibawa melalui pesawat Airbus tersebut," tuturnya.

Menurut Menko Luhut, jika kasus ini benar dan tidak dilakukan penindakan, maka akan berdampak luas pada kepercayaan investor. "Tetapi jika ini benar dan dibiarkan saja, hal ini bisa mencederai upaya kita yang sedang mempromosikan iklim investasi yang baik dan transparan di Indonesia," kata Menko Luhut.

Sebelumnya, Menteri Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara atas penyelundupan Harley Davidson keluaran 1970-an yang didatangkan dari Prancis. Pemecatan tersebut usai Ari Ashkara mengaku merupakan pemilik barang selundupan tersebut.

"Saya sebagai Kementerian BUMN akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia," ujar Menteri Erick di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.

Harga Harley Diselundupkan Garuda Indonesia Capai Rp800 Juta

Menteri Keuangan, Sri Mulyani beberkan harga motor Harley Davidson dan sepeda Brompton yang diselundupkan dalam pesawat Airbus A330-900.

Motor bernilai Rp800 juta per unitnya. Sedangkan sepeda Brompton berkisar Rp50 hingga Rp60 juta per unitnya.

"Perkiraan nilai motor tersebut Rp800 juta per unitnya, sedangkan nilai sepeda Rp50 hingga Rp60 juta per unit, mungkin ada yang bilang lebih," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (5/12).

Motor yang ditemukan dalam keadaan terurai itu tersimpan dalam boks cokelat berjumlah 15 kotak, sedangkan sepeda lipat tersimpan dalam 3 boks cokelat.

Sementara itu, dalam laporan komite audit yang diterima oleh Menteri BUMN Erick Thohir, tercatat inisial AA sebagai pemilik Harley Davidson tersebut.

AA sendiri memiliki kemiripan dengan nama Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Ashkara.

Negara Rugi Rp1,5 Miliar Akibat Penyelundupan Harley Davidson

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, negara mengalami kerugian sebesar Rp532 juta sampai Rp1,5 miliar akibat masuknya barang selundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton. Masing masing harga barang selundupan tersebut sekitar Rp800 juta dan Rp60 juta.

"Berdasarkan hasil penelusuran di pasaran, perkiraan nilai motor Harley Davidson tersebut berkisar antara Rp200 juta sampai dengan Rp800 juta per unitnya," ujar Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12).

"Sedangkan nilai dari sepeda Brompton berkisar antara Rp50 juta sampai Rp60 juta per unitnya. Sehingga perkiraan total kerugian negara berkisar antara Rp532 juta sampai dengan Rp1,5 miliar," sambungnya. [merdeka.com]

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel