Loading...

Presiden Jokowi Minta Kebijakan Negara Amalkan Nilai-Nilai Pancasila


Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua kementerian dan lembaga untuk memegang teguh Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.

"Mestinya di setiap kementerian, lembaga, TNI, Polri, Jaksa Agung, BIN, semua sama. Kepemimpinan harus memiliki ideologi tanpa disampaikan, tapi rasa memiliki ideologi kelihatan," kata Jokowi saat membuka acara Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/11/2019) siang.

Jokowi menegaskan, Indonesia merupakan negara yang besar dan hanya bisa bersatu dengan mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa. "Tidak mungkin negara sebesar Indonesia kalau ideologinya berbeda-beda," ujarnya.

Kepala Negara mengajak semua pihak untuk mengawal semua kebijakan negara dengan mengamalkan Pancasila. Menurut dia, setiap regulasi, UU, hingga kebijakan apapun yang diputuskan negara harus mengamalkan Pancasila.

"Kalau tidak sekali lagi tidak tahu mau ke mana kita. Saya berikan contoh urusan misalnya Kartu Indonesia Sehat, PKH, ada ideologinya? Tanya ke saya saja. Lihat lebih dalam lagi ada apa di situ? Perikemanusiaan ada di situ, BBM satu harga ada ideloginya di situ, ada. Keadilan sosial ada di situ," ucapnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menerangkan, kebijakan pembangunan infrastruktur yang digalakkan pemerintah lima tahun lalu juga berlandaskan pengamalan Pancasila berupa keinginan pemerintah yang mempersatukan dengan pembangunan ekonomi.

"Jangan urusan remeh-temeh, ndak seperti itu coba lebih dalami lagi, akan muncul ideologi-ideologi yang setiap program Bapak/Ibu luncurkan ada rasa ideologi Pancasilanya, tapi yang harus kita lihat bagaimana membumikannya ini lebih jauh penting," tuturnya.

Jokowi mengingatkan momentum bonus demografi Indonesia harus melakukan pembumian kembali Pancasila sebagai ideologi bangsa kepada 260 juta warga Indonesia. Sebanyak 129 juta anak muda harus mendapat sosialisasi Pancasila.

"Kalau tidak mengerti masalah ideologi, enggak ngerti masalah Pancasila berbahaya negara ini," ucapnya. [okezone.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel