Loading...

Siswi SMP Ini Setuju UN Dihapus: Selama Ini Pusing dan Stres

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim akan mengganti ujian nasional (UN) dengan sistem asesmen minimum dan survei karakter pada 2021. Apa kata para siswi SMP?

Dua siswi SMP di kawasan Jakarta Selatan, Morin (12) dan Hanna (12), mengaku setuju atas adanya program pengganti UN. Mereka merupakan siswi kelas VII SMP yang tahun depan akan menjadi angkatan pertama dari penerapan sistem asesmen minimum dan survei karakter.

"Bagus, biar nanti pas akhir kelas tiga nggak perlu UN lagi," kata Morin saat dihubungi, Rabu (11/12/2019).

Menurut Morin, UN, yang saat ini diterapkan, memiliki terlalu banyak mata pelajaran. Hal ini membuatnya pusing sebagai siswi SMP.

"Kalau misalnya UN, pusing pelajarannya terlalu banyak," ucap Morin.

Meski UN dihapus, semangat Morin untuk belajar tidak surut. Dia jadi tidak terbebani karena terbayang-bayang ujian nasional.

"Makin semangat karena kan biasanya kalau anak sekolah ini mikirin-nya UN, UN, UN terus. Jangankan kelas III, kelas II, sama kelas I saja sudah persiapan. Tapi kalau misalnya nggak ada UN-nya. Jadinya semakin semangat. Jadinya nggak ada yang dipikir di akhirnya," ujarnya.

Senada dengan Morin, Hanna juga setuju UN dihapus. Menurut Hanna, UN dapat membuat anak sekolah menjadi stres.

"Karena kalo anak mau UN itu kan bisa aja dia stres, terus nilainya kalau ancur tuh gimana sih," ujar Hanna saat dihubungi.

Hanna juga mengatakan menurutnya hasil UN itu tidak menunjukkan kualitas dari seorang siswi. "Iya terus itu (nilai UN) bukan nilai aslinya," tutur Hanna.

Seperti diketahui, Nadiem telah mengungkapkan program pengganti ujian nasional yang akan mulai berlaku pada 2021. Dia mengatakan tahun 2020 adalah tahun terakhir dari penyelenggaraan UN dengan sistem yang seperti sekarang.

"Untuk 2020, UN akan dilaksanakan sesuai seperti tahun sebelumnya. Jadi 2020, bagi banyak orang tua yang sudah investasi buat anaknya belajar mendapat angka terbaik di UN itu silakan lanjut untuk 2020. Tapi itu hari terakhir UN seperti format sekarang diselenggarakan," kata Nadiem di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (11/12). [detik.com]

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Loading...

Iklan Bawah Artikel