Loading...

Ahok Sebut Sempat Marah Sama Jokowi, Kenapa?


Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyebut sempat marah kepada semua orang di masa-masa awal penahanannya. Ahok ditahan di Markas Komando Brimob sejak Mei 2017 sampai Januari 2019 setelah terbelit kasus penistaan agama.
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) ini mengaku merasa marah dengan semua orang pada saat itu, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Yang pasti marah pada semua orang pada waktu itu. (Termasuk sama Jokowi?) Iya semua saya marah," kata Ahok dalam acara peluncuran bukunya 'Panggil Saya BTP' di Jakarta, Senin (17/2/2020).

"Saya marah, saya nggak terima. Saya selalu berpikir hanya agresi militer belanda yang Gubernur aktif bukan OTT (operasi tangkap tangan) ditangkap masuk penjara. Kita bukan negara penjajah kok, saya marah," sambungnya.

Basuki bercerita, kemarahannya itu bertahan selama 14 hari. Ia mengaku bertemu dengan Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Elia Massa Manik dan diajarkan agar keluar dari stres.

"Saya kalau nggak salah waktu itu ketemu pak Massa Manik waktu itu masih Dirut Pertamina. Dia datang terus dia cerita katanya kalau masuk tahanan jangan bikin panjang stresnya, usahakan secepat mungkin masuk ke puncak stresnya supaya cepat balik. Saya beruntung yang deg-degan hari ke-14," ucapnya.

Di hari ke-15 ia mulai bisa menerima kenyataan dengan mencoba memaafkan orang lain.

"Jadi saya belajar kalau kita benci sama orang kita yang sakit tau nggak. Begitu kita nggak benci orang, nggak marah sama orang, orang yang benci kita yang sakit. Dia stress dan tidak sehat," sebutnya.

Selama di tahanan, mantan Gubernur DKI Jakarta ini memutuskan menulis buku. Di dalam buku itu, Basuki menulis kegiatan yang ia lakukan dari hari ke hari. Selain itu, dia menuliskan apa saja yang dirasakan selama di tahanan. [detik.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel