Loading...

Menteri Jokowi Eksis di Survei Capres 2024, Istana Ingatkan Visi-Misi Presiden

Survei Indo Barometer merilis hasil survei calon presiden (Capres) di Tahun 2024. Sejumlah nama Menteri Kabinet Indonesia Maju menghiasi survei tersebut, mulai dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto hingga Menko Polhukam Mahfud Md. Bagaimana respons Istana?

"Jadi pertama saya kira terlalu dini ya untuk mengatakan siapa yang akan menjadi kandidat calon presiden 2024, terlalu dini. Kedua, saat ini itu bukan saat kampanye, ini saat bekerja untuk merealisasikan visi-misi Presiden, dan memenuhi target-target yang ditetapkan Presiden," ujar Tenaga Ahli Utama KSP Kedeputian Komunikasi Politik, Donny Gahral saat dihubungi, Minggu (23/2/2020).

Donny menilai sah-sah saja jika menteri Jokowi-Ma'ruf Amin ini maju ke Pilpres 2024. Namun, dia menilai saat ini bukanlah waktu yang tepat karena para menteri memiliki tugas dari Presiden Jokowi. Donny juga meminta agar semua menteri Kabinet Jokowi tetap fokus membantu Presiden Jokowi.

"Tentu saja (mereka) punya peluang untuk berkontestasi. Tapi saat ini bukan saat yang tepat untuk bicara siapa yang potensial atau tidak. Terutama di dalam kabinet Presiden Jokowi sendiri. Jadi saya kira ya semuanya tetap bekerja semuanya, tetap baru saja keras fokus memenuhi target-target yang ditetapkan Presiden, dan tentu saja berkontribusi untuk bangsa negara," tegasnya.

Diketahui, survei Indo Barometer membuat perbandingan pejabat di Kabinet Indonesia Maju yang menjadi calon kuat capres 2024. Sejumlah nama seperti Prabowo Subianto, Mahfud Md, hingga Menteri BUMN Erick Thohir menempati posisi teratas.

Berikut nama Menteri atau Kepala Lembaga yang diprediksi menjadi Capres 2024;

Prabowo Subianto: 43,1%
Mahfud Md: 6,5%
Erick Thohir: 5,8%
Tito Karnavian: 2,7%
Nadiem Makarim: 1,8%
Airlangga Hartarto: 1,7%
Budi Gunawan: 0,7%
Suharso Monoarfa: 0,1%
Menyatakan tidak memilih 3,0%, rahasia 3,3%, belum memutuskan 20,7%
sisanya tidak tahu atau tidak menjawab 10,3%.

Survei ini dilakukan pada 9-15 Januari 2020 terhadap 1.200 responden dari 34 provinsi. Metode penarikan sampel yang dilakukan ialah multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2,83 persen. Adapun tingkat kepercayaan dari survei ini sebesar 95 persen. [detik.com]

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel