Loading...

Menteri Yasonna: 200 WNI Eks ISIS Terverifikasi Punya Paspor


Pemerintah masih melakukan pendataan terhadap 689 Warga Negara Indonesia (WNI) eks ISIS yang berada di wilayah Timur Tengah. Dari jumlah itu, terdapat 200 nama yang sudah teridentifikasi dan memiliki paspor.

"Masih di assesment. Jadi, data sebetulnya itu ada nama-namanya belum terverifikasi semua. Yang terverifikasi baru sekitar 200-an," ucap Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly di Istana Negara, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Sekira 200-an nama yang sudah teridentifikasi itu disebut memiliki paspor. Namun, Yasonna tidak merinci apakah dari jumlah tersebut sudah termasuk anak-anak yatim piatu atau tidak.

"Dia udah jelas punya paspor punya nama. Ya kita tangkal. Ya itu sekarang sudah ada tim mau ke sana, biar nanti dapat datanya dulu lah," kata Yasonna.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak akan memulangkan WNI bekas pengikut ISIS atau teroris pelintas batas. Namun, Jokowi memerintahkan jajarannya mengidentifikasi 689 orang itu.

Identifikasi dan verifikasi jumlah serta identitas WNI eks ISIS itu diperlukan untuk mengambil suatu tindakan yakni cegah tangkal alias cekal. Dengan demikian, ratusan kombatan tersebut tidak bisa masuk ke Indonesia.

"Saya perintahkan agar itu diidentifikasi satu per satu 689 orang yang ada di sana. Nama dan siapa berasal dari mana sehingga data itu komplet. Sehingga cegah tangkal bisa dilakukan di sini kalau data itu dimasukkan ke Imigrasi. Tegas ini saya sampaikan," kata Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu 12 Februari 2020. [okezone.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel