Loading...

Pemindahan Ibu Kota Baru, Rencana Besar yang Digagas Sejak Era Soekarno


Pemerintah terus mempersiapkan pemindahan ibu kota baru di Kalimantan. Walau begitu, rencana pemindahan ibu kota baru ternyata sudah ada sejak era Presiden Soekarno.

"Memang ini sebuah rencana besar, tapi gagasan ini sudah dimulai sejak presiden pertama Indonesia, Soekarno," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi), dikutip dari wawancara dengan BBC Indonesia, Kamis (13/2/2020).

Selanjutnya, kata dia, Presiden Soeharto juga merencanakan hal yang sama. Dia pun menjelaskan alasan kenapa pemindahan ibu kota menjadi hal yang penting untuk dilakukan.

"Lalu presiden berikut juga merencanakan perpindahan ke ibu kota baru. Yang pertama, Pulau Jawa ini memang sudah terlalu padat populasi, 54 persen populasi itu ada di Pulau Jawa, padahal Indonesia memiliki 17.000 pulau," jelas dia.

Kedua, 58 persen Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi berada di Jawa. Hal ini membutkikan jika Indonesia harus melakukan pemerataan.

Ketiga, dirinya ingin mengurangi beban daya dukung yang ada di Jakarta, sehingga diharapkan berbagai masalah di Jakarta bisa diselesaikan.

"Banjir bisa diselesaikan, macet juga bisa diselesaikan sehingga Indonesia memiliki magnetnya tidak hanya satu, Jakarta, tapi Jakarta dan juga ibu kota baru, ada dua magnet untuk ekonomi dan populasi," jelas dia.

Sebelumnya, Pembangunan ibu kota negara baru memasuki tahap pemetaan lahan. Lokasi yang ditunjuk sebagai ibu kota negara baru yaitu Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Nantinya di sana akan dibangun berbagai fasilitas penunjang sebagai pusat kota pemerintahan. Namun di awal proses itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap bahwa pemindahan ibu kota bukan sekedar perpindahan gedung-gedung baru. Melainkan juga, dibarengi dengan perubahan mendasar dalam sistem, maupun cara kerja baru.

"Ini bukan hanya perpindahan gedung pemerintah, bukan perpindahan gedung-gedung kementerian, atau berpindah lokasi. Tetapi ini adalah momentum untuk kita menginstal sistem, menginstal cara kerja baru, dan juga transformasi baru ekonomi Indonesia," kata Jokowi. [okezone.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel