Loading...

Survei: Warga Basis Pemilih Prabowo Tak Puas Kinerja Jokowi


Lembaga survei Parameter Politik Indonesia (PPI) dan Politika Research and Consulting (PRC) menyebut terdapat 33 persen masyarakat yang tak puas terhadap kinerja pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin selama 100 hari pemerintahan belakangan ini.

Dari hasil survei PPI dan PRC menyatakan 33 persen masyarakat yang tak puas terhadap kinerja pemerintah disumbang dari enam wilayah yang menjadi basis pemilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat Pilpres 2019.

"Ini temuan yang menarik, masyarakat yang tak puas terhadap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf berada di wilayah yang bukan basis pemilih Jokowi di Pilpres 2019," kata Direktur Eksekutif PRC Rio Prayogo di Hotel Gren Alia, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (23/2).

Rio merinci 6 wilayah yang mayoritas masyarakatnya tak puas dengan kinerja Jokowi-Ma'ruf selama 100 hari belakangan, yakni Jawa Barat, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Bengkulu.

Pasangan Jokowi-Ma'ruf diketahui mengalami kekalahan dari pasangan Prabowo-Sandi di enam wilayah itu dalam Pilpres 2019 lalu.

"Sumbar, masyarakat tak puas dengan kinerja Jokowi itu 85 persen. Riau 63 persen tak puas, Kepri 60 persen tak puas, Jambi 88 persen tak puas, Jabar 48 persen," kata Rio.

Rio menambahkan, meski begitu dari survei mereka didapatkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap Jokowi masih tinggi. Level kepuasan masyarakat terhadap Jokowi berada di tingkat 61.14 persen.

Kepuasan terhadap pemerintahan Jokowi ditopang oleh beberapa kebijakan pemerintahan Jokowi yang dirasa bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat.

Beberapa kebijakan itu diantaranya pembangunan infrastruktur sebesar 76,6 persen, pembangunan Sumber Daya Manusia 86,1 persen, penanggulangan bencana 64,1 persen, serta kartu unggulan seperti Kartu Prakerja 76,5 persen, Kartu Indonesia Pintar Kuliah 86,6 persen, dan Kartu Sembako murah 86,8 persen.

PPI melakukan survei dengan melibatkan 2.197 responden yang tersebar di 34 provinsi. Survei ini didukung dengan metode multistage random sampling melalui wawancara tatap muka dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dan tingkat kesalahan (margin of error) mencapai 2.13 persen. [cnnindonesia.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel