Loading...

Keras! Ketua DPRD Ultimatum Anies Tunda Gelaran Formula E


KETUA DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi secara tegas meminta balapan Formula E dihentikan karena virus korona sudah ada di Indonesia. Event bertaraf internasional itu bisa membahayakan warga, karena bakal memboyong ratusan orang dari negara lain.

"Sepakat dihentikan dulu. Kita melihat pembalap ada 60 tapi kan mereka bawa tim mekanik, ratusan orang itu. Kita enggak tahu dia kena atau enggaknya (virus korona). Untuk amannya di Jakarta harus dihentikan dulu (Formula E)," jelas Prasetyo di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (3/3).

Politikus PDI Perjuangan itu mencontohkan seperti di Qatar yang membatalkan balapan MotoGP. Sebelumnya, Federasi Motorsport Internasional (FIM) pada Senin (2/3) terpaksa mengeluarkan pernyataan yang secara resmi membatalkan seri MotoGP di Qatar yang direncanakan 8 Maret nanti. MotoGP di Thailand juga ditunda. Agenda di 'Negeri Gajah Putih' semula dijadwalkan bakal digelar 20-22 Maret mendatang.

"Ya force majeure kejadiannya seperti Qatar, apa enggak lebih rugi lagi? Enggak usah jauh-jauh masalah Qatar, KTT ASEAN yang ada di Amerika dihentikan kok, negara besar, negara superpower," tutur Prasetyo.

Di salah satu negara Eropa, yakni Italia, tercatat bahwa sudah lebih dari 1.100 kasus penyebaran virus korona. Setidaknya 29 orang telah meninggal dunia akibat virus mematikan tersebut.

Prasetyo menuturkan Gubernur Anies jangan khawatir kalau ajang balapan mobil berbasis listrik itu dihentikan sementara. Kerugian pembatalan Formula E menurutnya tidak sebarapa jika membahayakan jutaan warga DKI. Anies pun diminta melaporkan kerugian itu ke DPRD.

"Bisa disetop dulu. Kita juga bisa kok setop (anggaran) agar tidak keluarkan semua. Kerugian yang sudah dikeluarkan oleh dia (Anies) tinggal dilaporkan kepada DPRD saja," tuturnya. [mediaindonesia.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel