Loading...

Mahfud MD: Indonesia Bisa Hancur Kalau Kita Tak Mampu Jaga 5 Komitmen


Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan Indonesia akan menjadi negara emas dan negara terbesar keempat di dunia pada 2045 jika proses berpikir dan berdzikir benar-benar ditumbuhkan di masyarakat. Namun, impian tersebut bisa hancur jika bangsa ini tak mampu menjaga lima komitmen.

“Diperkirakan tahun 2045, akan menjadi Indonesia emas dan akan menjadi negara keempat terbesar di dunia kalau proses berpikir dan berdzikir betul-betul ditumbuhkan di tengah-tengah masyarakat,” kata Mahfud MD, Selasa (10/3/2020).

Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara kunci pada acara Forum Komunikasi dan Koordinasi bertajuk ‘Meningkatkan Peran KMA-PBS Dalam Mewujudkan Indonesia Unggul, Indonesia Maju’ di sebuah hotel berbintang di Jakarta Pusat.

“Indonesia bisa hancur, itu benar, kalau kita tidak mampu menjaga lima komitmen. Misalnya anak-anak muda yang kita didik itu dilayani dengan sikap koruptif maka kesetiaannya akan luntur,” ujar mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Lima komitmen tersebut tercantum dalam pembukaan UUD 1945 “dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”.

Intinya adalah tujuan akhir yang ingin dicapai sebagai bangsa setelah merdeka adalah masyarakat adil dan makmur. “Kalau ingin menjadi manusia unggul maka dengan sendirinya Indonesia akan maju,” sebut Mahfud MD.

Menko Polhukam mengajak agar keluarga mahasiswa dan para alumni penerima beasiswa Supersemar terus berjuang mengaktualisasikan apa yang pernah didapatkan dari sebuah yayasan yang berhasil menciptakan orang-orang pandai dan menjadi pemimpin di Indonesia.

“Kalau yayasannya sekarang belum bisa aktif lagi minta saja alumni-alumninya untuk mengaktualisasikan. Politik bisa berubah setiap saat tapi nilai dasar idealisme itu bisa kita aktualisasi kan,” kata Mahfud MD seperti dikutip dari website Kemenko Polhukam. [okezone.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel