Loading...

Menag Fachrul Anggap Satu-Dua PNS Kemenag KKN Tak Ada Artinya


Menteri Agama Fachrul Razi mengklaim hampir tak ada kejadian soal penyelewengan masalah keuangan oleh aparatur sipil negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Agama selama ini.

Fachrul menganggap apabila ada satu sampai dua PNS yang terlibat praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) tak ada artinya bila dibandingkan dengan jumlah PNS Kemenag yang berjumlah sekitar 260 ribu.

"Kementerian Agama ASN-nya lebih kurang 260-an ribu. Jadi kalau ada satu dua yang terlibat masalah-masalah KKN itu enggak ada artinya, sangat sangat sangat kecil," kata Fachrul di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (2/3).

Meski demikian, Fachrul menegaskan pihaknya terus berusaha untuk mengeliminasi prkatik KKN di Kemenag. Ia mengaku tengah merancang sistem yang baik agar praktik tersebut tak tumbuh subur di Kemenag.

"Good governance kita bangun, kalau good governance dibangun, saya kira peluang untuk adanya hengki pengki menjadi lebih kecil," kata dia.

Fachrul lantas mencontohkan pihak Kemenag pernah mengadakan tender pengadaan pembangunan 6 gedung Universitas Islam Negeri (UIN) dengan nominal Rp3.6 triliun. Saat diketahui pemenang tendernya, Fachrul lantas mengumpulkan kontraktor pemenang tender tersebut.

Ia menegaskan bahwa kontraktor itu berhasil menang tender karena dinilai terbaik menurut panitia dan sistem pelelangan. Bukan sebaliknya, kontraktor itu berhasil menang karena jasa dan kedekatan dengan dirinya maupun Wakil Menteri Agama sekalipun.

"Oleh karena itu bapak tidak utang budi sedikitpun pada Menteri, kepada Wamen, kepada Sekjen, dan kepada siapapun. Bapak hanya utang budi kepada banhsa dan negara. kalau bapak melakukan penyimpangan, kami pasti akan melaporkan bapak ke KPK untuk segera ditindak," kata Fachrul.

Lebih lanjut, Fachrul turut mencontohkan proses mutasi dan promosi pegawai di lingkungan Kemenag. Ia mengklaim selama ini proses itu dilakukan berdasarkan kelayakan berbasis kinerja.

"Kami semua menilai bapak adalah yang paling tepat menduduki jabatan ini. bukan karena menteri baik dengan baik, atau Wamen baik atau sekjen baik bukan," kata dia. [cnnindonesia.com]
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel