Loading...

Nurmansjah Lubis Puji Ide Jokowi-Ahok Tangani Banjir Jakarta

Calon Wakil Gubernur dari PKS, Nurmansjah Lubis mengapresiasi ide penanggulangan banjir era Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo serta Wakilnya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Dulu jaman Pak Jokowi-Ahok ada, bagus. Namanya cerucuk, cerucuk itu dipasang di titik poin tertentu yang ada cekungan," kata Cawagub yang akrab disapa Ancah itu di kawasan Tendean, Jakarta, Jumat (6/3).

Ancah menjelaskan, mekanisme dasar cerucuk tersebut, yakni dengan memasukkan air hujan ke dalam sungai bawah tanah yang dibuat.

"Nanti bisalah (kita) modified sedemikian rupa sehingga ada solusinya buat waduk atau sistem cerucuk yang ada di Jakarta itu harus disediakan," kata dia.

Dia mengkritisi cara penanggulangan banjir dengan teknik sumur resapan. Menurut dia, mekanisme sumur resapan tidak cocok dengan tanah di Jakarta.

"Tanah di Jakarta sumur resapan tak begitu efektif. Begitu hujan besar sumur udah keburu penuh. Dia gak bisa masuk ke dalam sungai abadi di dalam tanah ini," jelasnya.

Terakhir, dirinya berkomitmen akan mengurangi banjir di Jakarta kala ia terpilih sebagai Wakil Gubernur mendampingi Anies Baswedan.

"Jakarta tidak akan tereduksi signifikan kalau Nurmansjah jadi Wagub haha," cetusnya.

Akar Masalah Banjir

Nurmansjah kemudian membagi beberapa lini yang dianggap sebagai penyebab banjir.Y akni, hulu, tengah dan ujung atau hilir.

Nurmansjah menjelaskan, penyebab banjir di hulu bukan suatu perdebatan lagi. Ia menyebut cara terbaik untuk mencegah banjir dari hulu adalah dengan tidak mengurangi lintasan air.

Karena selama ini air dari hulu yang begitu besar tanpa halangan langsung menuju wilayah Jakarta yang secara topologi memang lebih rendah.

"Tapi persoalannya adalah DAS (Daerah Aliran Sungai) Ciliwung itu sudah rusak berat. Konversi yang ada di hulu sana menjadi vila itulah memperburuk," kata dia.

Sementara di Jakarta atau di tengah adalah masalah drainase. Nurmansjah menganalogikan sistem drainase di Jakarta bak pipa yang sudah berkarat yang akan membutuhkan biaya besar untuk diperbaiki.

"Ganti yang baru dulu, tapi biayanya luar biasa. Gak mungkin kita sepotong-potong pieces mile. Ini harus kita buat drainase baru," cetusnya.

Namun Nurmansjah menanyakan, apakah cukup anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengakomodir biaya tersebut.

"Lalu di ujung sana dulu waktu jaman Bang Foke ada giant sea wall. Dalam upaya untuk mereduksilah banjir-banjir besar," kata dia. [merdeka.com]

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel