Loading...

Pemerintah Kaji Turunkan Harga BBM

Pemerintah tengah mempertimbangkan untuk kembali menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mengikuti tren penurunan harga minyak dunia di awal pekan ini.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan pihaknya akan melihat penurunan harga minyak ini bersifat sementara atau tidak. Sebagai informasi ada dua jenis BBM yang harganya diatur pemerintah, yaitu Premium dan Solar.

"Kita masih akan lihat ini temporary atau gimana. Tiba-tiba kita antisipasi eh ternyata naik lagi kan nggak tahu," kata Arifin di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2020). Arifin menjawab pertanyaan apakah penurunan harga minyak mempengaruhi harga BBM.

Kajian penurunan harga BBM, kata Arifin juga akan dilihat dari sektor lain yaitu pergerakan nilai tukar alias kurs. Dirinya belum bisa memastikan penurunan harga minyak mentah dunia akan bisa menurunkan harga BBM secara langsung atau tidak.

"Sedang dipelajari. Sedang dihitung. Kita lakukan evaluasi dulu," jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Menurut dia pemerintah mengkaji terlebih dahulu soal penurunan harga BBM.

"Ya sedang semua kaji dengan cermat, ini kan global yang sangat tidak menentu ini tidak boleh reaktif, harus tenang," kata Luhut.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai anjloknya harga minyak dunia menjadi berkah bagi PT Pertamina (Persero). Murahnya harga minyak mentah menurunkan beban impor yang dilakukan BUMN sektor migas ini.

"Kalau selama ini impor minyak kita cukup besar, berarti penurunan harga minyak ini jadi salah satu yang bisa memberikan Pertamina menurunkan beban untuk mengimpornya. Itu saya harap nanti akan terlihat dalam neraca Pertamina," kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Harga minyak mentah dunia anjlok 22% ke level US$ 30 per barel. Hal itu dipicu oleh strategi Arab Saudi untuk membanjiri pasar dengan minyak mentah demi merebut kembali pangsa pasar. Pada Minggu malam Arab Saudi mengejutkan pasar dengan meluncurkan perang harga terhadap Rusia. [detik.com]

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel