Kemlu Bantah Kabar Menlu Retno Bakal ke Myanmar di Tengah Kudeta

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membantah kabar Menlu Retno LP Marsudi bakal berkunjung ke Myanmar. Tensi politik di Myanmar diketahui tengah memanas usai militer mengkudeta negara tersebut.

"Tidak benar (Menlu akan ke Myanmar)," ujar Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu Teuku Faizasyah kepada wartawan, Rabu (24/2/2021).

Kemlu mengatakan bahwa Menlu Retno tengah berada di Bangkok, Thailand. Kedatangannya ke Bangkok untuk bertemu Menlu Thailand Don Pramudwinai.

"Berangkat kemarin. Sesudah jalani protokol kesehatan, dijadwalkan bertemu Menlu Thailand hari ini," ucap Faizasyah.

Kabar Menlu Retno akan ke Myanmar sebelumnya diberitakan Reuters yang menyebutkan kunjungan dilakukan hari Kamis (25/2). Kabar ini disebutkan berdasarkan dokumen yang beredar.

Sikap Indonesia terhadap situasi di Myanmar sebelumnya disampaikan Menlu Retno saat bertemu Menlu Brunei Darussalam Dato Erywan di Bandar Seri Begawan, Rabu (17/2). Retno menyampaikan keprihatinannya atas kondisi yang terjadi di Myanmar.

"Prinsip-prinsip yang kita pahami untuk membantu Myanmar, yaitu tetap menghormati prinsip non-interference; mengutamakan constructive engagement; mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar, dan berkontribusi untuk mencari solusi terbaik bagi rakyat Myanmar; termasuk membantu transisi demokrasi yang melibatkan semua stakeholders atau transisi demokrasi secara inklusif," ujar Retno.

Indonesia dalam kesempatan terpisah juga membantah mendukung Pemilu ulang di Myanmar.

Kemlu membantah pemberitaan yang menyebutkan bahwa Indonesia tengah mendorong negara-negara ASEAN untuk mendukung pemilu ulang di Myanmar. Dikatakannya, Indonesia akan terus menghargai proses transisi demokrasi yang inklusif sesuai keinginan rakyat Myanmar.

"Indonesia sangat prihatin atas perkembangan politik terakhir di Myanmar dan akan selalu mengutamakan keamanan dan keselamatan rakyat Myanmar," ujar Teuku Faizasyah dalam keterangan tertulis, Selasa (23/2).

Diungkapkannya, posisi Indonesia tersebut secara konsisten dibahas dalam berbagai kesempatan pertemuan dengan negara-negara ASEAN.

Ia juga mengatakan bahwa perselisihan terkait hasil pemilihan umum di Myanmar dapat diselesaikan dengan mekanisme hukum yang tersedia di negara tersebut. Indonesia mendesak semua pihak di Myanmar untuk menahan diri dan mengedepankan dialog.

"Indonesia menggarisbawahi bahwa perselisihan terkait hasil pemilihan umum kiranya dapat diselesaikan dengan mekanisme hukum yang tersedia dan mendesak semua pihak di Myanmar untuk menahan diri dan mengedepankan pendekatan dialog dalam mencari jalan keluar dari berbagai tantangan dan permasalahan yang ada sehingga situasi tidak semakin memburuk," ujarnya. [detik.com]

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel